Kejari Usut Dugaan Korupsi Dishutbun Atam

Posted by on Sep 30, 2013 | Leave a Comment

Aceh Tamiang – Kpkpos  Kejaksaan Negeri Kualasimpang mengusut dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) pada program unit pengelolaan pupuk organik (UPPO) di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Aceh Tamiang.

Demikian disampaikan Kajari Kualasimpang Amir Syarifuddin SH melalui Kasi intelnya Muhammad Iqbal SH MH kepada andalas, Kamis pekan lalu.

“Kami sudah mempelajari dan menelaah laporan resmiyang diajukan LSM Transperancy Aceh beberapa waktu lalu, terkait adanya dugaan KKN dalam program kegiatan tersebut. Saat ini kita sedang melakukan investigasi lokasi kegiatan di lapangan,” terang Iqbal.

Kadishutbun Atam, Syahri Sp pada saat ditemui andalas, Rabu (25/9) di kediamannya membenarkan, pada 2011 silam dinasnya ada menyalurkan bantuan sebesar Rp350 juta kepada kelompok tani durian jaya, Dusun Sepakat Desa Durian, Kecamatan Rantau.

Dana tersebut diperuntukan untuk pengadaan sapi sebanyak 35 ekor, pengadaan 1 unit viar, pembuatan kandang, dan pembangunan tempat pengolahan pupuk kompos, semuanya sudah kita salurkan kepada kelompok tersebut, jelas Syahri.

Sementara itu Ketua MDSK Desa Durian, yang biasa disapa Kemek kepada wartawan membeberkan, bahwa penerima bantuan sapi tersebut terdiri dari keluarga Kadishutbun, di antaranya ketua Kelompok, Abdurrahman.

“AB merupakan adik kandungnya, bendahara kelompok adik iparnya dan 2 pegawai Negeri Sipil Juga menerima bantuan sapi,” katanya.

Lebih lanjut Kemek menjelaskan, jumlah sapi tersebut hanya 25 ekor yang kini sudah dijual semua, dengan alasan sulitnya anggota kelompok mencari rumput sebagai pakan sapi setiap harinya.

“Hasil penjualan lembu sampai kini katanya masih ditangan bendahara , hal ini menjadi tanda tanya anggota lainnya, bahkan sekretaris kelompok mengundurkan diri karena melihat adanya ketidak jelasan pengelolaan,” paparnya. (ANDALAS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here