Kejati Jabar Kantongi Tersangka Korupsi Proyek Jembatan Cisinga Tasikmalaya

Posted by on Jan 07, 2019 | Leave a Comment

Jabar – KoranAntiKorupsi Berkas kasus korupsi proyek pembangunan jembatan ruas Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), Kabupaten Tasikmalaya sudah naik tingkat ke penyidikan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar mengaku segera menetapkan tersangka.

Aspidsus Kejati Jabar Anwarudin Sulistiono mengatakan pemberkasan perkara terkait kasus itu sudah mencapai 80 persen. Penyidik Kejati Jabar pun sudah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

Hanya saja, ia belum bisa mengungkapkan identitas dari tersangka yang dimaksud. “Pemberkasannya sudah hampir rampung sehingga tinggal penetapan tersangka,” ucapnya saat ditemui di Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (4/1).

“Karena sekarang sedang pemberkasan jadi untuk kepentingan itu, identitas tersangka belum bisa kami sebutkan,” ia melanjutkan.

Dari informasi yag dihimpun, dalam proyek itu, mantan Kadis PUPR Pemkab Tasikmalaya Bambang Alamsyah menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran. Ia pun sempat diperiksa penyidik sebagai saksi.

Proyek pembangunan jalan dan jembatan itu dikerjakan dua perusahaan yang juga sempat digeledah Kejati Jabar, yakni PT Tirta Mulya Sejahtera dan PT Putra Graha Abadi dengan nilai anggaran Rp 28 miliar. Kedua perusahaan tersebut menggunakan dua alamat yang sama dan dimiliki satu nama, yakni berinisial ER.

Dari temuan itu, petugas menggeledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya dan menggeledah rumah seorang penyedia barang berinisial ER dan kantor PT PGA.

Dari penggeledahan yang dilakukan, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Di Kantor Dinas PUPR, ada 73 dokumen atau surat beserta 4 buah hardisk disita. Lalu, di kantor PT PGA ada 20 dokumen atau surat beserta cap dan sebuah laptop. Usai melakukan penggeledahan Kejati Jabar memeriksa 10 orang saksi.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan dilakukan pada tahun 2017 oleh Pemkab Tasikmalaya dengan nilai anggaran Rp 25 miliar. Hanya saja, dalam pelaksanaan pekerjaannya diduga terjadi mark up biaya serta dan tidak sesuai spesifikasi.

Dari laporan masyarakat itu, Kejati dan tim ahli sudah mengecek jembatan tersebut. Nilai kerugian dalam kasus itu mencapai Rp 1 miliar lebih.(MC/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here