Kiai Hasyim di Mata Kaum Muda PBNU

Posted by on Mar 20, 2017 | Leave a Comment

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanulhaq menyebut kaum muda PBNU kehilangan sosok K.H. Hasyim Muzadi. Sosok Hasyim dinilai sentral dalam menjelaskan posisi Islam dalam kehidupan global dewasa ini.

Maman menyatakan, Kiai Hasyim sosok yang memberi inspirasi kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami bagaimana cara menjelaskan posisi Islam dalam kehidupan global. Demikian Maman dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis 16 Maret 2017.

Wasekjen PKB itu menyebut, dalam kehidupan global saat ini, Hasyim juga kerap kali memberikan masukan untuk para dai dalam membangun bangsa dan negara. Sosok Hasyim, kata dia, punya kepedulian terhadap nasib kiai dan pesantren.

Hasyim, kata anggota DPR Komisi VIII itu, juga sosok orator yang baik. Tak ayal Hasyim tanpa lelah meneguhkan kembali komitmen Islam ahlussunah wal jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu juga dia sosialisasikan hingga ke luar negeri. “Kaum muda seperti kami sangat kehilangan Kiai Hasyim,” kata dia.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, K.H. Hasyim Muzadi meninggal dunia, Kamis 16 Maret 2017 pukul 06.15 WIB. Kesehatan almarhum K.H. Hasyim sudah menurun sejak awal 2017. Pada Sabtu 11 Maret, Almarhum sempat dirawat Rumah Sakit Lavalette, Malang, hingga Senin 13 Maret.

Penceramah Kocak

Sementara mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengenang mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya. Di antaranya gaya ceramah Kiyai Hasyim.

“KH Hasyim Muzadi kalau berceramah kocak tapi tak sembarang melucu. Melucunya penuh makna substantif. Agama dihayatinya dengan damai dan toleran,” ujar Mahfud dalam akun twitternya @mohmahfudmd, Kamis.

Mahfud mengatakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu adalah tokoh yang bisa mencontohkan kepada masyarakat Indonesia bagaimana hidup dalam keindonesiaan dan keislaman. Tentunya yang damai dan berprinsip.

“KH Hasyim Muzadi sudah wafat. Kematian bagi kita seperti menungu kereta-kereta lewat. Tinggal mau ikut yang sekarang atau yang berikutnya atau yang berikutnya lagi,” ujar dia.

Rabu siang 15 Maret Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara sempat menjenguk Hasyim di kediamannya di Malang, Jawa Timur.

Kesehatan almarhum sudah menurun sejak awal 2017. Pada Sabtu 11 Maret, Almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang, hingga Senin 13 Maret.

Kepala RS Lavalette Abdul Rokhim menjelaskan K.H. Hasyim sebenarnya masih perlu menjalani masa pemulihan di rumah sakit. “Tapi, Kiai Hasyim ingin menjalani masa pemulihan di kediamannya agar lebih dekat dengan santri-santrinya,” ucap Abdul Rokhim.

Sedang tokoh Katolik Franz Magnis Suseno merasa kehilangan dengan wafatnya Ketua Umum PBNU ke-4 KH Hasyim Muzadi. Pasalnya, KH. Hasyim Muzadi merupakan sosok yang sangat baik dalam membangun hubungan antar umat beragama.

“Saya baru dengar beliau baru wafat. Saya merasa kehilangan beliau dipanggil Tuhan,” kata Romo Magniz.

Di samping itu, lanjut Romo Magniz, KH.Hasyim Muzadi pun merupakan salah satu sosok yang memiliki pandangan agama yang luas.

“Saya dua kali bersama beliau ke luar negeri, beliau mempunyai pandangan agama yang mendalam dan meluas, saya merasa bahwa sikap keanakan komunikasi sangat baik,” pungkasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut berbelasungkawa atas meninggalnya mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama KH Hasyim Muzadi. Wakil ketua umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, umat Islam Indonesia telah kehilangan seorang ulama besar, putra terbaik bangsa.

“Beliau adalah seorang yang telah mewakafkah sepenuh hidupnya untuk perjuangan kemaslahatan umat dan bangsa,” kata Zainut dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Menurutnya, sosok almarhum lekat dengan keteguhan dan ketegasan sikap dalam membela kebenaran dan melawan setiap kebatilan dengan tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan mendahulukan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

“Beliau adalah seorang mujahid (pejuang) yang tidak pernah mengenal lelah sampai akhir hayatnya,” ujarnya.

Di akhir hidupnya, Hasyim Muzadi dinilai masih memikirkan nasib umat Islam dan bangsa Indonesia. Ini menjadi saksi atas kebesaran dan keluasan jiwa serta tanggung jawab beliau sebagai ulama dan pemimpin umat.

“Beliau telah menyempurnakan semua pengabdiannya dengan amal saleh dan keteladan yang baik. Semoga Allah SWT meridhoinya dan menjadikan akhir perjalanan hidupnya menjadi husnul khotimah dan memberikan pahala surga bersama para kekasih-Nya,” kata dia.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat Jalan KH Hasyim Muzadiā€.

Melalui kolom ini, Pimpinan, Jajaran Redaksi dan Keluarga besar Koran KPK Pos (Korupsi, Politik dan Kriminal) menyampaikan turut berbelasungkawa atas wafatnya KH Hasyim Muzadi. Semoga Allah SWT meridhoinya dan menjadikan akhir perjalanan hidupnya husnul khotimah dan memberikan pahala surga bersama para kekasih-Nya. (SF/BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here