Koalisi Prabowo-Sandiaga Minta Dana IMF-Bank Dunia Dialihkan Untuk Bencana

Posted by on Oct 08, 2018 | Leave a Comment

Jakarta – KoranAntiKorupsi Para ahli dan pakar ekonomi dikumpulkan pada Jumat malam oleh calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan salah satu yang disorotinya terkait besarnya biaya pelaksanaan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

Anggota Tim Ekonomi Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli meminta pemerintah agar dana penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali dialihkan untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah dan Lombok.

“Kami mendesak agar biayanya dihemat dan dimanfaatkan untuk korban bencana di Palu, Lombok dan Donggala,” kata Rizal Ramli di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat malam.

Rizal mengatakan dana penyelenggaraan pertemuan IMF-Bank Dunia yang mencapai 70 juta dolar AS itu seharusnya bisa dihemat karena untuk acara seperti itu, anggaran 10 juta dolar AS sudah cukup.

Dia menilai tugas penyelenggara hanya menyediakan tempat, makanan dan transportasi sehingga pos-pos pengeluaran bisa dihemat.

“Kami sedih sekali, dalam suasana keprihatinan bencana di Sulawesi Tengah dan Lombok namun pemerintah menunjukan kemewahan dalam penyelenggaran pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia,” ujarnya.

Selain itu Koalisi Prabowo-Sandiaga juga mempertanyakan kontribusi pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mengeluarkan biaya hingga lebih dari Rp1 triliun.

“Bagi Koalisi Adil Makmur, pertemuan itu perlu dipertanyakan terkait dengan kontribusinya terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” kata Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat malam.

Hal itu menurut dia karena faktanya yang terjadi adalah kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini tidak mengalami penguatan, justru pelemahan.

Koalisi Prabowo-Sandiaga sepakat tidak akan mengirimkan delegasinya dalam pertemuan tahunan tersebut sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang terkena musibah di Sulawesi Tengah dan Lombok.

“Koalisi Adil Makmur sepakat sebagai bentuk empati kita kepada saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Lombok, Palu, Donggala, maka koalisi adil dan makmur bersepekat tidak mengirimkan delegasi ke Bali terkait pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia,” ujarnya.

Dia juga menegaskan di tengah bencana yang sedang terjadi, sebaiknya pemerintah mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu terkait pertemuan tahunan tersebut.

Dahnil mengatakan karena tidak mungkin dibatalkan, maka Koalisi Adil Makmur mengusulkan ke pemerintah untuk menurunkan standar kemewahan pesta pertemuan tahunan tersebut.

“Ini tidak elok tentunya bagi masyarakat yang sedang berkesusahan di daerah bencana dan juga masyarakat yang sekarang sedang kesusahan secara ekonomi,” katanya.(INT/BEN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here