Korupsi Uang Negara 1,7 M, 2 Mantan Direktur Perusahaan Daerah di Bui

Posted by on Oct 22, 2018 | Leave a Comment

penjaraMeulaboh – KoranAntiKorupsi Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Aceh Barat menahan 2 mantan direktur Perusahaan Daerah (PD) Pakat Beusare, sebuah perusahaan Daerah yang bergerak dibidang perkapalan.

Kedua mantan direktur yang di bui tersebut adalah mantan direktur utama PD Pakat Beusare Sofyan Suri (66) dan mantan direktur Administrasi Rahmad (45).Sebelumnya kedua direktur tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi uang penyertaan modal yang dananya dari APBK tahun 2006 Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, didampingi Kasat Reskrim iptu M Isral SIK dan KBO reskrim Ipda P.Panggabean ketika temu pers di mapolres setempat, selasa lalu memperlihatkan dua tersangka dan barang bukti uang Rp 331,5 juta dari Rp 1,7 miliar dalam kasus dugaan korupsi dana APBK 2006 yang dikelola PD Pakat Beusare.

Dalam temu Pers, Kapolres aceh barat mengatakan Keduanya ditangkap Jumat kemarin setelah polisi menerima hasil audit temuan kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 1,7 miliar.“Penyidik telah menahan kedua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi,” tersebut kata Kapolres Raden Bobby.

Menurutnya, kasus ini mulai diusut polisi tahun 2017. Dana di PD Pakat Beusare itu bersumber dari APBK Aceh Barat tahun 2006 yang awalnya Rp 2,5 miliar. Dari hasil penyelidikan ditemukan kerugian negara Rp 1,7 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Dari dana total kerugian negara tersebut, kata Kapolres, sebanyak Rp 331,5 juta di antaranya berhasil disita sebagai barang bukti. Terkait barang bukti yang belum semuanya dikembalikan para tersangka, menurut Kapolres, penyidik masih terus mengejarnya.

“Kasus ini masih terus didalami untuk memastikan ada tidaknya pelaku lain yang menerima aliran dana tersebut,” katanya.

Kapolres menambahkan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto (jo), dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 TahunR 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidtana. “Tersangka terancam hukuman 1 hingga 20 tahun penjara,” .

Kapolres Aceh Barat menjelaskan bahwa PD Pakat Beusare bergerak di bidang bisnis perkapalan hingga ke Jakarta. Perusahaan daerah ini mendapat suntikan dana dari APBK Aceh Barat dalam bentuk penyertaan modal pada tahun 2006. Saat itu yang memimpin PD Pakat Beusare adalah Sofyan Suri hingga tahun 2008. Sedangkan tersangka Rahmad menjabat di perusahaan itu sejak 2003 hingga 2008.

Sebagaimana diketahui, PD Pakat Beusare dibentuk Pemkab Aceh Barat awalnya menerima penyertaan modal melalui APBK Tahun 2006 sekitar Rp 2,5 miliar. Perusahaan ini semula mengelola alat bangunan, tapi tidak jalan.Bahkan sejumlah pimpinannya sudah berganti, perusahaan itu kini vakum.(YAN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here