Koruptor Alkes Lhokseumawe DPO

Posted by on Jul 09, 2018 | Leave a Comment

Lhokseumawe – KoranAntiKorupsi Kejaksaan negeri Lhokseumawe sejak awal bulan Juni 2018 lalu telah menetapkan Husaini Setiawan terpidana korupsi alat kesehatan (alkes) Lhokseumawe sebagai DPO karena tidak koorperatifnya setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA) atas kasus korupsi pada dinas kesehatan melalui pengadaan alkes tahun 2011 dimana yang bersangkutan tidak menyerahkan diri ke jaksa, bahkan kabarnya dia tidak berada dikediamannya.

“Kami sudah mendatangi rumahnya dan bertemu dengan keluarganya, namun terpidana tidak ada, kemudian kami berikan batas waktu hingga 7 Mei, namun tak kunjung memenuhi panggilan itu, sehingga dalam hal ini kami anggap Husaini melarikan diri dan ditetapkan sebagai DPO,” kata Kajari Lhokseumawe, M. Ali Akbar, melalui Kasi Pidsus  Senin pekan lalu.

Disebutkannya pada 29 Juni 2018 lalu, pihaknya menerima salinan surat putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi terdakwa Husaini Setiawan, Sehingga terdakwa Husaini, kini sudah berstatus terpidana. Dan penetapan itu sesuai surat putusan Kasasi nomor 342K/Pidsus/2015.

“Kami akan terus memburu terpidana untuk bisa melaksanakan eksekusi sesuai dengan putusan MA. Agar putusan ini tidak menghalangi upaya-upaya lain yang sudah dilakukan, dan dalam kasus ini terpidana terancam pidana selama satu tahun penjara,” ungkapnya.

Sambungnya, ia juga mengimbau kepada Husaini supaya segera menyerahkan diri, dan juga kepada pihak keluarga supaya dapat memberitahu keberadaannya. Selain itu juga kepada seluruh elemen masyarakat yang mengetahui keberadaan Husaini Setiawan supaya segera memberitahukan, agar eksekusi dapat dilaksanakan sesuai dengan putusan yang telah ditetapkan oleh MA.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kejari Lhokseumawe sudah mengeksekusi mantan Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Sarjani Yunus, yang menjadi terpidana korupsi pengadaan alkes itu ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) setempat, 14 Agustus 2017. Seorang terpidana lainnya dalam perkara korupsi tersebut, Helma Faidar, mantan Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) DPKAD Lhokseumawe juga telahdieksekusi ke LP setempat.(Yan)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here