KPK Cermati Mencuatnya Nama TB Hasanuddin di Kasus Bakamla

Posted by on Feb 05, 2018 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencermati setiap fakta yang mencuat dalam proses persidangan. Termasuk mengenai munculnya nama politikus PDIP, TB Hasanuddin dalam kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Proses persidangan saya kira kita ikuti saja ya karena kalau ada fakta-fakta yang muncul tentu akan dianalisis lebih lanjut,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (2/2).

TB Hasanuddin yang kini menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat disebut dalam persidangan perkara suap pengadaan Satelit Monitoring di Bakamla dengan terdakwa Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/1). Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi yang dihadirkan sebagai saksi mengaku dikenalkan oleh TB Hasanuddin kepada kader PDIP sekaligus staf ahli Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Ali Al-Habsyi. Ali Fahmi disebut-sebut merupakan inisiator suap Bakamla.

Dikatakan Febri, semua kesaksian, termasuk kesaksian Fayakhun telah menjadi fakta persidangan dan akan dipelajari lebih dulu untuk kemudian ditindaklanjuti. Jika kesaksian itu memenuhi fakta dan bukti yang cukup, KPK bakal menindaklanjuti kesaksian tersebut.

“Sejauh mana fakta-fakta itu relevan dengan proses pembuktian terhadap terdakwa Nofel Hasan atau kalau ada informasi-informasi baru sejauh mana itu bisa ditindaklanjuti tentu akan dianalisis dulu oleh tim JPU,” katanya.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Fayakhun menuturkan dikenalkan TB Hasanuddin kepada Ali Fahmi di Gedung DPR setelah rapat dengar pendapat Komisi I. Saat itu TB Hasanuddin menjabat anggota Komisi I DPR RI bersama-sama Fayakhun.

Saat perkenalan itu, kata Fayakhun, Ali mengaku kader PDIP dan staf Ahli Kepala Bakamla Arie Soedewo. Selain itu, kata Fayakhun, Ali juga meminta nomer teleponnya.

Setelah perkenalan itu, Ali mengajak Fayakhun bertemu. Bahkan, dalam suatu pertemuan, ungkap Fayakhun, Ali meminta bantuannya untuk memperkuat Bakamla. Diduga permintaan bantuan itu terkait penganggaran proyek Bakamla. Ali disebut sebagai inisiator sejumlah proyek di Bakamla yang berujung suap. Tak hanya itu, Ali juga disebut sebagai pihak yang mengajak pengusaha Fahmi Darmawansyah ikut serta dalam proyek di Bakamla. Bahkan, Ali juga turut mengatur pihak yang menjadi pemenang lelang proyek.

Namun, Fayakhun mengklaim menolak permintaan Ali Fahmi. Fayakhun menyebut pembahasan mengenai anggaran seharusnya dibahas di rapat formal.(SP/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here