KPK : Kasus Penganiayaan Tak Hentikan Pengusutan Korupsi di Papua

Posted by on Feb 11, 2019 | Leave a Comment

Jakarta – KoranAntiKorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus mengusut dugaan korupsi di Papua. Dugaan penganiayaan yang dialami kedua pegawai KPK tak menghentikan lembaga antikorupsi untuk terus mengusut kasus korupsi di Papua.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya saat ini sedang menangani sejumlah kasus korupsi di Papua dan Papua Barat. KPK, kata Febri memiliki kewajiban untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut.

“Jadi sebenarnya ada sejumlah perkara yang sedang dan sudah kami tangani untuk wilayah Papua ya. Papua di sini Papua dan juga Papua Barat baik yang sudah selesai di putusan pengadilan atau yang sedang penyidikan atau perkara lain yang sedang berjalan. Jadi kami pastikan penanganan perkara pokoknya tidak akan berhenti, karena itu kewajiban bagi KPK untuk terus menangani perkara tersebut,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/2) malam.

KPK saat ini masih menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan peningkatan jalan Kemiri-Depapre, Jayapura pada APBDP Papua tahun anggaran 2015 yang menjerat Kadis PU Papua, Maikel Kambuaya dan bos PT Bentuni Energy Persada, David Manibui.

Selain kasus tersebut, Febri mengakui KPK juga sedang mencermati sejumlah dugaan korupsi terkait proyek dan anggaran di Papua. Meski demikian, Febri masih enggan mengungkap secara rinci dugaan korupsi tersebut. Febri berjanji akan menyampaikan mengenai dugaan korupsi tersebut setelah masuk tahap penyidikan.

“Kalau memang ada perkembangan nanti sampai di tingkat penyidikan untuk perkara perkara di wilayah Papua maka tentu akan kami sampaikan lebih lanjut karena itu hak publik untuk tahu,” katanya.

Diketahui, dua pegawai lembaga antikorupsi dianiaya di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (3/2) dinihari. Kedua pegawai lembaga antikorupsi dianiaya saat sedang bertugas memeriksa informasi dari masyarakat mengenai dugaan terjadinya tindak pidana korupsi. Saat itu, di Hotel Borobudur, sedang berlangsung rapat antara Pemprov Papua, DPRD Papua, dengan Kemdagri. Meski telah menunjukkan identitas KPK, kedua pegawai KPK tersebut tetap dianiaya sekelompok orang. Akibat penganiayaan ini, dua pegawai KPK mengalami luka parah, bahkan salah seorang diantaranya harus dirawat di rumah sakit dan dioperasi karena retak pada bagian hidung.

KPK telah melaporkan dugaan penganiayaan ini kepada Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian pun sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan sejak Senin (4/2).(SP/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here