KPK Tak Peduli Klaim dan Bantahan Mirwan Amir

Posted by on Jan 08, 2018 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Komisi Pemberantasan Korupsi tak ambil pusing dengan klaim mantan pimpinan Banggar DPR, Mirwan Amir yang mengaku tak tahu menahu mengenai kasus dugaan korupsi e-KTP. KPK mengingatkan Mirwan maupun pihak lainnya yang diperiksa sebagai saksi berkewajiban menyampaikan hal yang diketahuinya kepada penyidik.

“Ya silakan saja. Pada dasarnya saksi wajib sampaikan informasi ke penyidik,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1).

Mirwan sebelumnya membantah telah menerima aliran dana dari proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun. Mirwan mengklaim tak tahu-menahu mengenai pembahasan proyek yang menelan anggaran Rp 5,8 triliun itu. Padahal Mirwan Amir disebut sebagai salah satu politikus yang disebut menikmati aliran dana proyek e-KTP. Dalam surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto, Mirwan disebut kecipratan uang US$ 1,2 juta.?

Pengusutan yang dilakukan KPK bergantung pada bukti-bukti yang dimiliki bukan pada klaim atau bantahan pihak tertentu. Febri memastikan tim penyidik telah mengantongi bukti-bukti yang kuat mengenai keterlibatan pihak lain dalam kasus ini selain para pihak yang telah dijerat. Apalagi, KPK saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk membidik pihak-pihak lain yang terlibat tersebut.

“Yang pasti dalam kasus ini kita punya bukti yang kuat selain orang-orang yang kita bawa ke persidangan. Kami juga sedang melakukan proses pengembangan perkara ini,” tegasnya.

Dalam penyelidikan tersebut, KPK pada hari ini meminta keterangan Dedi Prijono, kakak dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang telah divonis bersalah. Penyelidikan baru, dan penyidikan ini berjalan paralel dengan persidangan Ketua DPR nonaktif, Setya Novanto yang sudah memasuki agenda pemeriksaan pokok perkara. Febri memastikan dalam proses persidangan Novanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK bakal membuktikan adanya aliran dana kepada Mirwan Amir dan sejumlah politikus lainnya di DPR.

“Ada 99 saksi di penyidikan. Semaksimal mungkin saksi-saksi itu akan dihadirkan di persidangan baik untuk penganggaran dan dugaan aliran dana. Bagi kami ini semacam lembaran baru dalam mengungkap kasus e-KTP ini. Tentu kita harus buktikan siapa saja pihak yang diperkaya termasuk anggota DPR,” katanya.(SP/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here