KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka

Posted by on Feb 05, 2018 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan jalan milik Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tahun anggaran 2016. Penetapan ini merupakan pengembangan dari kasus suap proyek jalan di Kempupera yang telah menjerat 10 orang.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan lagi seorang sebagai tersangka, yaitu RE (Rudi Erawan) Bupati Halmahera Timur,” ?kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/1).

Sebagai Bupati Halmahera Timur periode 2010-2015 dan 2016-2021, Rudi Erawan diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 6,3 miliar dari Dirut PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir dan sejumlah kontraktor lainnya yang berkaitan dengan proyek pembangunan dan pengadaan jalan milik Kempupera. Suap dan gratifikasi itu diserahkan Abdul Khoir kepada Rudi Erawan melalui Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary.

“Diduga, RE (Rudi Erawan) menerima total sekira Rp 6,3 miliar,” katanya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Rudi Erawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Rudi Erawan merupakan orang ke-11 yang dijerat KPK terkait kasus ini. Sebelumnya, KPK telah menjerat Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir; Mantan Anggota DPR? RI, Damayanti Wisnu Putranti; swasta, Julia Prasetyarini; Ibu Rumah Tangga, Dessy A Edwin. Kemudian, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary; Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng, dan empat Anggota DPR RI lainnya yakni, Budi Supriyanto; Andi Taufan Tiro; Musa Zainuddin; serta Yudi Widiana Adia. Sembilan dari 10 orang itu telah divonis bersalah oleh pengadilan. Sementara, Yudi Widiana saat ini masih menjalani proses persidangan. (BSC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here