KPK Tetapkan Sutan Bhatoegana Jadi Tersangka Korupsi

Posted by on May 19, 2014 | Leave a Comment

sutanJakarta – Kpkpos Harimaumu mulutmu. Terus membantah melakukan korupsi, ternyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malah menetapkan Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait dengan pembahasan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) tahun anggaran 2013 di Kementerian Energi Sumber Daya Mindral (ESDM).

“Kasus yang menjarat SB (Sutan Bhatoegana) Tekait pengembangan kasus di SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas, Red) ada dugaan terjadi tindak pidana korupsi terkait dengan pembahasan anggaran APBN-P tahun anggaran 2013 di Kementerian ESDM, KPK menetapkan SB sebagai tersangka,” kata Johan Budi SP di kantor KPK Jakarta, Rabu (14/5).

Johan menjelaskan Sutan dijadikan tersangka dalam kapasitasnya sebagai ketua Komisi VII atau komisi energi DPR periode 1999-2004. KPK menyangkakan pelanggaran terhadap Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP.

Ditambahkan, pihaknya belum mendapatkan informasi secara detail dari penyidik KPK terkait ihwal uang yang diterima oleh politisi Partai Demokrat dari mitra kerjanya di DPR RI.

Namun dalam vonis mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini terdapat nama Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana. Sutan diduga telah menerima uang US$ 200.000 dari Rudi. Uang tersebut, merupakan bagian yang diterima Rudi dari bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong, sebesar US$ 300.000.

Selain Sutan, KPK juga menetapkan Presdir PT Kaltim Parna Industri Artha Meris Simbolon, sebagai tersangka. Keduanya diduga terkait dengan kasus yang membelit mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Sutan menerima gratifikasi, Artha Meris menyuap Rudi.

Diyakini, masih ada sejumlah politisi selain Sutan selaku Ketua Komisi VII DPR yang terlibat salah satunya, Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Partai Golkar Zainuddin Amali. KPK telah menggunakan langkah hukum berupa penggeledahan ruang kerja dan kediaman dua politisi tersebut.

Terkait dengan hal itu, dalam rangkaian kasus tersebut maka dapat dilihat terdapat empat unsur yang terlibat yakni, SKK Migas, swasta, DPR, dan Kementerian ESDM. Dalam pengembangan kasus suap SKK Migas, setelah KPK menjerat mantan Sekjen ESDM Waryono Karno, Sutan, dan Artha Meris sebagai tersangka.

Dugaan keterlibatan Waryono Karno berhembus ketika penyidik KPK menemukan dan menyita uang senilai USD 200.000 di ruang kerja yang bersangkutan dalam penyidikan kasus suap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Uang yang ditemukan itu nomor serinya serupa dengan yang diterima Rudi Rubiandini. Artinya, pemberi uang adalah orang yang menyuap Rudi yakni, pihak Kernel Oil.

Terkait hal itu, Menteri Jero Wacik pernah membela bawahannya yang mengatakan, uang yang disita KPK dari ruang kerja Waryono merupakan uang operasional kementerian. Berhembus dugaan kalau Waryono merupakan perantara pihak Kernel dan SKK Migas ke Jero Wacik.

Menjadi menarik melihat perkembangan penanganan kasus ini ke depan oleh KPK, apakah pihak dari Kementerian ESDM hanya berhenti di Waryono yang telah dijerat dalam dua perkara korupsi yang berbeda, atau setelah Sutan, apakah Menteri ESDM Jero Wacik yang juga politisi Demokrat itu bakal menyusul anak buahnya yaitu, Waryono Karno?

Nama Sutan Disebut-sebut di Persidangan

Dalam sidang juga terungkap ada pemberian uang kepada Sutan melalui rekannya di Komisi VII DPR RI, Tri Yulianto sebesar USD 200.000. Ditambah lagi, Rudi telah mengakui memberikan uang sebesar USD 200.000 kepada Tri Yulianto untuk Sutan Bhatoegana, yang diserahkan di toko buah All Fresh di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada tanggal 26 Juni 2013.

Diakui Rudi, uang tersebut adalah permintaan THR dari Sutan Bhatoegana. Sebagaimana, kesepakatan ketika bertemu dalam acara yang diadakan Komisi VII DPR di Hotel Crown, Jakarta, pada tanggal 25 Juli 2013.

Ditambah lagi, ada bukti permintaan THR dari Sutan ke Rudi berupa pesan singkat melalui aplikasi Blackberry Messanger (BBM). Serta, rekaman pembicaraan hasil sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 12 Juli 2013.

Penerimaan sejumlah uang oleh Sutan juga diungkapkan oleh saksi Didi Dwi Sutrisno Hadi selaku mantan Kabiro Keuangan Kementerian ESDM mengaku pernah diperintahkan menyetorkan uang ke Komisi VII DPR RI.

“Tanggal 28 Mei 2013, kami diundang rapat ke ruangan Sekjen ESDM, Waryono Karno untuk persiapan rapat di DPR. Kami diminta ada di dalam ruang rapat Sekjen. Lalu saya terus diminta untuk menyediakan dana. Tetapi, saya tidak ikut rapat,” kata Didi ketika bersaksi untuk terdakwa Rudi Rubiandini dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/2) lalu.

Kemudian, lanjut Didi, uang tersebut rencananya akan disampaikan ke Komisi VII DPR RI. Namun, uang tersebut rencananya diambil dari SKK Migas. Sehingga, diminta menghubungi pegawai dari lembaga yang dulu bernama BP Migas tersebut, yang bernama Hardiyono. Tak berapa lama, ungkap Didi, Hardiyono datang ke kantornya untuk menyampaikan dana sebesar USD 140.000.

Atas perintah Waryono, lanjut Didi, uang tersebut dihitung dan dibagi, yaitu untuk empat Pimpinan Komisi VII masing-masing USD 7.500, 43 anggota Komisi VII masing-masing sebesar USD 2.500, sekretariat Komisi VII sebesar USD 2.500 dan biaya perjalanan dinas ke luar negeri. “Ada 3 bungkus yang diserahkan. Untuk pimpinan empat amplop kode P. Anggota kode A dan yang kode S satu amplop untuk anggota sekretariat komisi,” ungkap Didi.

Selanjutnya, bungkusan tersebut dimasukan dalam tas dan diserahkan ke staf khusus Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana yang bernama Irianto.

“Pemberian tersebut bukan satu-satunya. Sebab, pernah ada pemberian tahap kedua ke Komisi VII DPR sebesar USD 50.000. Namun uangĀ  dari terdakwa Rudi Rubiandini tersebut batal diserahkan ke Komisi VII DPR karena dianggap kurang oleh Waryono. Sehingga, uang tersebut disimpan olehnya yang kemudian diserahkan ke KPK ketika perkara Rudi mencuat.

Nampaknya bukti persidangan menjadi landasan dasar KPK untuk menjerat Sutan. Bahkan kini Sutan sudah dicekal keluar negeri. (endy)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here