Kunci Itu Ada Di KPU

Posted by on Apr 22, 2019 | Leave a Comment

Pemilihan umum baru saja usai dilaksanakan dengan aman, bahkan dalam pemilu kali ini antusias masyarakat memilih begitu tinggi, tempat pemungutan suara (TPS) ramai dikunjungi masyarakat untuk memilih dari pagi hingga usai pencoblosan, bahkan dalam perhitungan yang dilakukan usai pencoblosan sepertinya masih banyak masyarakat yang antusias ikut menyaksikan.

Antusias masyarakat dalam pemilu kali ini patut diacungkan jempol, begitu besarnya keinginan mereka dalam mengapresiasi pesta rakyat lima tahun sekali untuk menentukan pemimpin negaranya. Apresiasi masyarakat ini diharapkan pihak pelaksana pemilu dapat bekerja dengan sungguh dan profesional.

Hasil perhitungan suara nasional oleh KPU memang belum usai dilakukan sepenuhnya karena perhitungan resmi menggunakan sistem berjenjang, penantian hasil akan terasa terlalu lama untuk diketahui sehingga seperti biasa sistem hitung cepat jadi pilihan cara untuk secepat mungkin mengetahui hasil pemilu, sekalipun tidak dapat dinyatakan sebagai hasil resmi.

Untuk itulah sejumlah lembaga survey independen sudah membuat estimasi melalui perhitungan cepatnya (quick count) dengan sistem ilmu statistika yaitu melalui metode mengambil sistem acak beberapa tempat pemungutan suara (TPS) sebagai sampel berbasis formulir C1 plano.

Hasil perhitungan cepat ditampilkan dibeberapa media televisi dan juga media massa dan akhirnya menimbulkan ketidak puasan oleh paslon serta pendukung yang merasa dikalahkan, karena mereka juga membuat perhitungan cepat tersendiri.

Ketidakpuasan ini tentu saja wajar dirasakan, sehingga terjadi pengklaiman dari kubu paslon yang merasa dikalahkan bahwa perhitungan cepat yang dilakukan dinyatakan tidak benar. Akhirnya masyarakat juga yang bingung dan terombang ambing tentang mana yang benar.

Melihat fenomena ini tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat untuk mengetahui tentang sistem perhitungan suara dalam pemilu yang benar, sehingga tidak serta merta langsung mengklaim perhitungan quick count adalah hasil akhir dari suatu kebenaran siapa yang menang, walau memang biasanya lembaga survey yang resmi jarang meleset.

Perhitungan lembaga survey bisa saja salah apalagi jika mengambil sampel TPS sangat sedikit, namun biasanya pihak lembaga survey sudah terlebih dahulu memperhitungkan hal itu apalagi kalau lembaga survey melakukan pengambilan samplingnya bisa bener-bener mewakili populasi, sehingga data perhitungannya akurat.

Artinya, cukup mewakili data populasi yang sebenarnya, dengan margin error yang sangat kecil, agar keakuratan mereka hampir mendekati kebenaran dari hasil perhitungan (real count) oleh KPU nantinya, dengan tujuan nama lembaga mereka diakui dalam setiap pemilihan umum baik itu pemilihan kdh hingga pilpres oleh masyarakat dan juga para calon yang maju untuk menjadi rujukan mereka dalam menyikapi kebenaran dalam pemilu.

Untuk itu masyarakat diharapkan dapat bersabar hingga usai perhitungan yang sebenarnya oleh lembaga resmi pemerintah yaitu KPU siapa sebenarnya yang memenangkan pencalonan tersebut.

Sekali lagi, kunci kemenangan itu ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) bukan di lembaga survey atau perhitungan paslonnya.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here