KY Kembali Buka Pendaftaran Seleksi Hakim Agung

Posted by on Feb 04, 2013 | Leave a Comment

DISKUSI KPK– Mantan Ketua PPATK, Yunus Husein (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto menjadi pembicara pada diskusi bulanan KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/1). Diskusi tersebut mengangkat tema "Memiskinkan Koruptor melalui Penerapan Pasal Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU No.8 Tahun 2010)".

DISKUSI KPK– Mantan Ketua PPATK, Yunus Husein (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto menjadi pembicara pada diskusi
bulanan KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/1). Diskusi tersebut mengangkat tema “Memiskinkan Koruptor melalui Penerapan Pasal Undang-Undang
Tindak Pidana Pencucian Uang (UU No.8 Tahun 2010)”.

KOMISI Yudisual kembali mengumumkan pendaftaran seleksi calon hakim agung (CHA) periode pertama tahun 2013. Pendaftaran seleksi CHA ini akan dibuka pada 4 Februari hingga 22 Februari 2013 mendatang.

Pembukaan seleksi ini didasarkan pada surat permintaan MA, lewat surat Ketua MA No. 08/KMA/ HK.01/I/2013 tanggal 17 Januari 2013.

Dalam surat itu, KY diminta untuk menjaring enam hakim agung untuk menggantikan yang telah memasuki purnabakti, meninggal dunia, atau diberhentikan. Ditambah satu hakim agung untuk menutupi kekurangan seleksi sebelumnya.

“Lowongan jabatan hakim agung ini untuk mengisi enam hakim agung ditambah satu hakim agung (pidana) kekurangan seleksi sebelumnya,” kata Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim, Taufiqurrahman Syahuri saat konferensi pers di Kantor KY, Kamis pekan lalu.

Enam pos hakim agung yang dimaksud adalah ‘peninggalan’ dari Djoko Sarwoko (pidana), Abdul Kadir Mappong (perdata), Prof Paulus Efendi Lotulung (TUN), Prof HM Nyak Pha (pidana), Muhammad Taufik (perdata), Achmad Yamanie (pidana).

“Jadi kita membutuhkan 4 pidana, 2 perdata, dan 1 TUN. Mudah-mudahan KY bisa memenuhi permintaan MA sesuai kuota 3 berbanding 1, meski kita sudah berkali-kali tidak memenuhi kuota karena sangat sulit mencari hakim agung yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.

Dia berharap seleksi CHA yang terdiri dari seleksi administrasi, kualitas, kepribadian, kesehatan, dan wawancara ini dapat menjaring jumlah calon seperti seleksi sebelumnya.

“Seperti, KY telah mendapatkan 111 pendaftar dalam seleksi periode I 2012 dan 119 pendaftar di periode II. Mudah-mudahan sama, syukur-syukur lebih,” harapnya.

Taufiq mengungkapkan KY juga menjadwalkan seleksi kembali pada periode kedua tahun 2013 untuk menggantikan dua hakim agung yang akan pensiun.

“Dua hakim agung yang pensiun yaitu Prof Komariah E Sapardjaja dan Marina Sidabutar, kemungkinan seleksi dijadwalkan pada bulan Juli atau Agustus 2013,” ungkapnya.

Persyaratan Baru Dalam seleksi CHA tahun 2013 ini, KY menetapkan persyaratan baru seperti tertuang dalam Peraturan KY No. 2 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan KY No. 7 Tahun 2012 tentang Tata Cara Seleksi Calon Hakim Agung.

Persyaratan yang dimaksud menyangkut keikutsertaan seleksi CHA dibatasi maksimal dua kali berturutturut.

Artinya, jika peserta pernah dua kali gagal berturut- turut dalam seleksi sebelumya tidak diperkenankan mendaftar kembali. Tetapi, diperbolehkan mendaftar dalam seleksi periode berikutnya dan seterusnya.

“Untuk seleksi kali ini, peserta yang boleh mendaftar tidak pernah dua kali gagal berturut-turut, tetapi masih diberi kesempatan ikut seleksi pada periode kedua 2013 sebagai masa jeda untuk menata diri. Kalau dibatasi mutlak kita khawatir melanggar HAM,” kata Taufiq.

Persyaratan lain, bagi peserta hakim karier tidak diperkenankan mendaftar melalui jalur nonkarier.

“Ini karena sebelumnya ada surat edaran ketua MA yang melarang hakim karier mendaftar jalur nonkarier, kita mengalah untuk menjaga hubungan baik dengan MA,” tambahnya.

Koordinator MaPPI FHUI, Choky Ramadhan menyarankan agar seleksi CHA kali ini benar-benar memperhatikan kebutuhan riil dan kuantitas jenis perkara yang ada di MA.

“Beban perkara masing- masing kamar di MA harus menjadi pertimbangan
KY,” kata Choky.

Dia mencontohkan dalam seleksi CHA tahun lalu, KY meloloskan beberapa calon yang berlatar belakang militer.

Padahal, hakim militer tidak terlalu dibutuhkan MA. “Jangan seperti seleksi kemarin, beban kasus kamar militer hanya sekitar 2,01 persen dari seluruh kasus yang ada, tetapi kenapa KY masih merekrut hakim militer?” kritiknya.(HOC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here