Mafia Inti Sawit Dapat Lampu Hijau

Posted by on May 19, 2014 | Leave a Comment

Pekan Baru – Kpkpos Mafia penampungan Inti Sawit illegal di wilayah hukum Polda Riau disebut sebut mendapat “lampu hijau”, soalnya belum hilang dari ingatan masyarakat terkait gebrakan Jajaran Polda Riau dalam melakukan penertiban terhadap sejumlah penampung Inti Sawit dan CPO (Crude Palm Oil) illegal, dimana sejumlah mafia penampung barang haram tersebut berurusan dengan pihak penegak hukum namun kenyataannya tidak memberikan efek jera dan ini tentu menimbulkan tandatanya, ujar Bastian Srg mengaku warga Kandis Jumat pekan lalu.

Menurut Bastian para mafia penampung Inti sawit haram tersebut belakangan ini, semakin menggila tanpa rasa takut pada petugas, ini terlihat dengan gagah beraninya para mafia inti sawit tersebut melakukan penyetopan terhadap truk-truk yang bermuatan inti sawit yang melintas dan kemudian menggiring truk bermuatan inti tersebut kedalam gudang yang terbuat dari dinding seng.

Di dalam gudang tersebut inti sawit dipangkas, terang Sabastian. Sedikitnya 1000 kg hingga 1500 kg inti sawit di bongkar dan diturunkan dari truk. Inti sawit yang dipangkas tersebut, dimuat kedalam truk untuk dijual kesalah satu perusahaan di Muara Basung Kecamatan Pinggir.

Sementara itu untuk menutupi penyusutan inti sawit yang di pangkas, para mafia mencampur dengan cangkang (tempurung sawit) istilah yang digunakan para mafia dikolak dengan tempurung sawit diatas truk, hingga rata kemudian menyiramnya dengan air, tujuannya agar muatan truk tersebut tidak menyusut, papar Bastian.

Penampungan jenis produk berasal dari turunan kelapa sawit tersebut kembali beraksi, seperti penampungan inti sawit illegal di daerah Kandis Kabupaten Siak, lokasi tidak jauh dari jalan lintas Duri menuju Pekanbaru, truk-truk bermuatan inti sawit tersebut kebanyakan berasal dari Pasir Pengaraian Rokan Hulu dan Tandun Kabupaten Kampar.

Kambuhnya penampungan Inti sawit illegal tersebut terkesan adanya pembiaran dari aparat.   Para mafia penampung inti sawit tersebut dikabarkan berasal dari Batam Inisial RH, M Hrp, RS dari Siantar. S,Psrb dari Medan. Bos besar penampungan Inti Sawit tersebut G berasal dari Medan (PUR)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here