Maharani Akui Fathanah Ajak Berhubungan Intim

Posted by on May 20, 2013 | Leave a Comment

MaharaniJakarta  – Kpkpos  Maharani Suciyono, saksi kasus suap penambahan kuota impor daging, membenarkan pernyataan jaksa penuntut umum tentang ajakan tersangka Ahmad Fathanah untuk berhubungan intim sebelum penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Hotel Le Meridien Jakarta, 29 Januari 2013 terjadi.

“Ya,” jawab Maharani singkat dalam kesaksiannya pada sidang pemeriksaan saksi bagi terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5).

“Di dalam kamar, saya dan yang bersangkutan menonton televisi, mengobrol sebentar. Setelah Fathanah mandi, dia mengajak saya berhubungan intim,” kata Maharani seperti tertulis dalam dokumen.

Maharani tak tahu saat itu para petugas KPK tengah menunggu di luar kamar. Mereka bermaksud menangkap Ahmad Fathanah karena diduga menerima suap Rp1 miliar dari PT Indoguna Utama, perusahaan pengimpor daging sapi.

Duit itu rencananya akan diserahkan ke Luthfi Hasan Ishaaq, saat itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

Sebagian duit itu, yaitu Rp10 juta, telah diserahkan Fathanah kepada Maharani. Duit itu, kata Maharani, langsung dimasukkannya ke dalam dompet tanpa dihitung. Setelah itu, Fathanah mandi dan mengajak berhubungan intim.

Setelah selesai, kata Maharani, ada orang menggedor pintu. “Pak Ahmad membuka pintu dan saya ke kamar mandi.” Maharani mengaku mendengar perdebatan di luar kamar mandi. “Kemudian saya diminta keluar untuk mengambil baju.” Setelah itu, Maharani dibawa ke markas KPK.

Dalam sidang kemarin, dihadirkan pula dua saksi lain yang merupakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu Amir Arif dan Dian Andi. Menurut saksi Amir Arif, Fathanah dan Maharani ditangkap di Hotel Le Meridien Jakarta di kamar 1740 setelah keduanya bertemu di restoran hotel yang berada di lantai dasar.

Menurut saksi Amir, tim penyidik KPK mencokok Fathanah saat Fathanah dan Maharani sudah berada di dalam kamar. Amir mengatakan Fathanah membukakan pintu saat penyidik datang dan Fathanah berusaha mengulur waktu sambil hanya membuka sedikit pintu. “Nanti dulu, nanti dulu,” kata saksi Amir menirukan ucapan Fathanah.

Saksi Amir mengatakan Fathanah dan Maharani digiring ke lantai dasar hotel setelah keduanya selesai berpakaian. Kemudian penyidik menyita uang tunai pecahan Rp100 ribu yang terbagi dalam bungkusan plastik hitam dan kardus putih di mobil Toyota Land Cruiser Prado milik Fathanah. Uang tersebut, menurut Amir, berjumlah Rp990 juta saat dihitung oleh penyidik di gedung KPK.

Sedangkan dari Maharani disita uang senilai Rp10 juta. Saksi Amir mengatakan tidak mengetahui jika uang yang disita dari Maharani termasuk ke dalam jumlah Rp1 miliar yang sebelumnya diterima Fathanah dari terdakwa Juard dan Arya.

Setelah Fathanah dicokok, penyidik juga menangkap Juard dan Arya selaku Direktur Indoguna keesokan harinya. (SF/BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here