Mahasiswa Tuntut PLN Bayar Kompensasi

Posted by on Oct 07, 2013 | Leave a Comment

mahasiswa-tjntun-plnMedan- Kpkpos Sanggar Hukum ’82 yang melakukan aksi teatrikal mengarak replika lilin raksasa dan piagam rekor pemadaman listrik terlama oleh PLN Sumut, menuntut agar perusahaan plat merah tersebut mengganti seluruh kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman yang terjadi. Tuntutan ini mereka sampaikan saat melakukan aksi yang sama di depan Kantor PLN Area Medan, di Jalan Listrik.

“Kerugian yang diderita masyarakat sudah pasti sangat besar karena kerusakan barang-barang elektronik,” kata Koordinator aksi Faisal, Jumat (4/10), seperti dikutip Medanbagus.com. Bentuk pembayaran kompensasi ini menurut Faisal bisa dilakukan dengan pemutihan pembayaran rekening listrik. Setidaknya, pemutihan tersebut harus dilakukan untuk 3 bulan kedepan. “Kompensasinya harus begitu,” ujarnya.

Tolak Kompensasi

Sementara itu, PT PLN Sumatera bagian Utara buang badan soal dampak dari pemadaman listrik yang terjadi. Mereka juga menolak bertanggungjawab atas kerusakan ataupun insiden kebakaran yang terjadi saat listrik padam.

Ini terungkap saat perwakilan dari 13 massa elemen yang tergabung dalam Koalisi Rakyat, pekerja, mahasiswa dan Ornop berdialog dengan PT PLN di kantor PLN wilayah Sumut, Jalan KL Yos Sudarso, Kamis (3/10).

Ikut hadir dalam pertemuan tersebut Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara. Seorang perwakilan massa, Erwin Manalu mempertanyakan sikap PLN tentang kompensasi yang diberikan terhadap pemadaman lampu yang terjadi di Sumut.

“Apa kompensasi yang kalian (PLN-red) jika pemadaman ini terus berlangsung. Karena pamadaman listrik ini telah membuat banyak terjadinya kebakaran di Kota Medan dan banyak kerugian material yang dialami masyarakat,” katanya.

General Manager PT PLN Sumatera bagian Utara, Heri Priyambodo hanya menjawab bahwa permasalahan ini akan dilaporkan ke pusat. “Kita di Sumut ini hanyalah pelaksana dan yang menentukan adalah pusat. Kalau untuk kebakaran yang disebabkan akibat pemadaman, kita akan lihat dulu apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut dan bukan kita yang bertanggungjawab,” katanya.

Mendengar jawaban tersebut, perwakilan dari massa terlihat mulai emosi karena PLN menolak bertanggungjawab. “Itu bukan jawaban yang kita mau, tapi kepastian dari pihak PLN. Masa kalian bilang kebakaran tersebut bukan urusan kalian. Sudah jelas-jelas kebakaran tersebut akibat terjadinya krosleting akibat pemadaman listrik,” kata Ketua Sakti Sumut, Tongam Freddy Siregar.

Sementara Ketua SBSI 1992, Pahala Napitupulu mengatakan, akibat pemadaman ini banyak kerugian yang dialami masyarakat, karena listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. “Kompensasi apa yang akan diberikan pemerintah terhadap kerugian terhadap masyarakat dan industri sebagai akibat pemadaman listrik,” ujarnya.

Lagi-lagi pihak PLN menolak. Terkait pemadaman yang terjadi, menurutnya, akan segera teratasi hingga akhir november 2013 mendatang. “Sekali lagi kami minta maaf kepada masyarakat akibat terganggunya pelayanan itu,” ujar Heri Priyambodo. (SF)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here