Masyarakat Sei Tapah Sampaikan Mosi Tak Percaya

Posted by on Feb 25, 2013 | Leave a Comment

PUJUD -  Diperkirakan 220 orang warga dari berbagai elemen masyarakat Desa Sei.Tapah, Kecamatan Pujud, Rokan Hilir menanda tangani mosi tak percaya terhadap Darmawin, Penghulu Desa Sei.Tapah.

Mosi tak percaya itu disampaikan masyarakat Desa Sei. Tapah secara tertulis 7 Oktober 2012 lalu kepada Bupati Rokan Hilir H Annas Maamun.

Isi surat tersebut  mendesak Bupati Rohil mencopot Penghulu Desa Sei.Tapah Darmawin dari jabatannya sebagai Penghulu Desa Sei.Tapah.

Surat yang dikirim masyarakat ke Bupati Rohil diterima staf Sekretariat Daerah Pemkab Rokan Hilir Kiswanto tanggal 18 Oktober 2012. Namun hingga saat ini, desakan masyarakat tersebut belum juga ditanggapi.

“Darmawin dinilai warganya sebagai pamong desa hanya mementingkan kelompok, keluarga, dan pribadinya dengan tujuan untuk memperkaya diri tanpa memperdulikan masyarakat dan lingkungan,” ujar salah seorang warga Sei Tapah pada saat menyerahkan copy surat “Mosi Tak Percaya” kepada KPK Pos Kamis pekan lalu, seraya meminta untuk tidak disebutkan jati dirinya di koran ini.

Darmawin dinilai masyarakat sebagai sosok pemimpin yang arogan, sombong dan angkuh. Tak hanya itu, bahkan Darmawin dituding menipu masyarakatnya sendiri, dengan meminta tanda tangan masyarakat untuk menerbitkan Surat Keterangan Gangti Rugi (SKGR) atas 1.000 Ha hutan negara terletak di Desa Sei.Tapah.

Ironisnya, hutan negara seluas 1.000 hektar tersebut ditukargulingkan dengan Jembatan milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Amal Jaya Sei.Tapah.

Sebagai konpensasi atas jasa Poktan Tani Amal Jaya membangun jembatan di desa Sei.Tapah. Sedangkan masyarakat di iming -imingi akan diberikan sagu hati atas SKGR tersebut ternyata hanya kamuflase.

Masyarakat merasa dikibuli SKGR yang terlanjur ditanda tangani, diminta untuk dibatalkan namun oleh Darmawin permintaan masyarakat tersebut tidak diindahkan.

Mosi tak percaya yang disampaikan secara tertulis itu ada sembilan tuntutan. Diantaranya;

1). Darmawin menjabat sebagai Pamong Desa Tidak bisa dijadikan  pengayom, dan tauladan oleh masyarakat.

2). Darmawin tidak memiliki ide membangun desa.

3). Darmawin selama menjabat sebagai Penghulu Sei.Tapah tidak mampu menyelesaikan masalah yang timbul, di masyarakat. Bahkan cenderung mengkotak-kotakkan masyarakat, yang satu dengan yang lainnya, sehingga menimbulkan keresahan di tengah – tengah masyarakat kepenghuluan Desa Sei.Tapah.

4). Darmawin sebagai Pamomg Desa tidak menunjukkan sebagai pemimpin yang demokratis. Kepemimpinan Darmawin diktator. Mencopot Kepala Dusun  RT/Rw  seenak “perutnya“, tanpa musyawarah, dan demikian juga sebaliknya menunjuk Kepala dusun RT/RW juga atas seleranya, tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan tokoh masysarakat, dan tokoh agama setempat.

5). Darmawin sebagai pamong desa tidak menunjukkan keseriusan membangun desa, seperti permohonan masyarakat untuk memperbaiki jalan desa yang dibiayai melalui swadaya masyarakat tidak mendapat dukungan dari Darmawin. Padahal perbaikan jalan tersebut tujuannya untuk memperlancar arus transportasi dari dan menuju desa Sei.Tapah yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat sekitar Desa Sei.Tapah.

6). Atas dasar prilaku buruk Darmawin tersebut masyarakat Sei.Tapah tidak merasa simpati. Dapat dibuktikan, beberapa dusun tidak memiliki kepala dusun dan RT/RW sebagai protes terhadap kebijakan yang salah yang dilakukan Darmawin selama menjabat penghulu. Oleh karenanya masyarakat Sei.Tapah menyurati Bupati Rokan Hilir H. Annas Maamun untuk mencopot Darmawin dari jabatan Sebagai Penghulu Desa Sei.Tapah.

Kabag Humas Pemkab Rohil Jasmuddin ketika dihubungi melalui hubungan seluler, Jumat pekan lalu, terkait tukar guling hutan negara seluas 1.000 hektar dengan jembatan milik Poktan Tani Amal Jaya, belum berkenan memberikan keterangan.

“Saya tanyakan dulu ke Camat Pujud. Sabar nanti saya kabarin setelah mendapat penjelasan dari Camat,” ujar Jasmuddin.

Hanya saja, tersiar kabar bahwa tukar guling tersebut mendapat persetujuan Bupati Rohil H Annas Maamun.

Anirzam aktivis LSM GPKDR mendesak Bupati Rohil H.Annas Maamun menanggapi “Mosi Tak Percaya” yang disampaikan masyarakat Desa Sei.Tapah.

Anirzam berharap agar Bupati segera mengambil tindakan tegas terhadap  penghulu Sei.Tapah Darmawin yang telah mengelabui masyarakatnya sendiri.
Anirzam juga mendesak Inspektorat Pemkab Rohil untuk mengusut dan meminta pertanggungjawabakan kepada Penghulu Desa Sei.Tapah terkait tukar guling hutan negara dengan jembatan Poktan Tani Amal Jaya. (PUR)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here