Masyarakat Soroti Sejumlah Kasus Korupsi di Tapteng

Posted by on May 14, 2018 | Leave a Comment

Sibolga- KoranAntiKorupsi Sekelompok masyarakat yang bergabung di berbagai LSM demonstrasi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga,  Rabu (9/5),  menyoroti sejumlah kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan beberapa waktu lalu.

Simon Situmorang, Irwansyah Daulay, Steven Pasaribu, Benny Hutauruk mendesak Kajari Sibolga memberi atensi untuk mengusut laporan dugaan korupsi di Badan Kepegawaian Daerah, Satpol PP,  Dinas Sosial,  Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan.

Aktivis Pemberantasan Tipikor tersebut mengapresiasi tindakan Kejari yang sudah menetapkan 3 tersangka dalam pembangunan Kantor Bappeda Pemkab Tapteng, antara lain Kepala Dinas selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor.

Namun akan sangat baik agar tidak menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat bila pengusutan tidak hanya ketiganya, melainkan semua yang terlibat,  termasuk pengawas, penanggungjawab teknik dan panitia penerima pekerjaan.

“Belakangan mulai muncul stigma bahwa penyidik tidak profesional. Namun kami dari kalangan LSM masih tetap yakin dan percaya kepada Kejari untuk melakukan pengusutan. Namun bila dalam beberapa bulan ke depan tidak ada kemajuan maupun perkembangan penyelidikan kasus kasus Tipikor kita akan menggelar mosi tidak percaya,” tukas Simon Situmorang.

Simon menilai bahwa Sibolga-Tapteng serasa “surga” bagi para koruptor mengingat banyaknya dugaan korupsi yang terjadi di berbagai bidang selama ini. Dia mengaku tidak habis pikir mengapa itu bisa terjadi. Namun, dia menduga lemahnya penegakan hukum serta adanya kesempatan membuat perilaku itu timbul.

Salah satu contohnya bantuan sosial berupa peralatan salon, matras,  tenda, handuk,  popok bayi, mesin kompresor milik Dinas Sosial Pemko Sibolga yang berhasil diamankan dalam penggerebekan oleh Polres Tapteng di sebuah gudang di wilayah hukum Polres Tapteng, Februari 2018 lalu.

Namun, Polres Tapteng selanjutnya melimpahkan hasil temuan itu ke Polres Sibolga, meski sampai sekarang belum diketahui sudah sejauh mana penanganannya.

Aksi massa berlangsung aman dan damai,  meski tidak terlihat pengawalan ketat dari kepolisian. Beberapa saat setelah aksi,  Kajari Sibolga Timbul Pasaribu dan Kasi Pidana Khusus Dayan Pasaribu terlihat menemui massa. Pada kesempatan itu,  Kajari menyampaikan terimakasih kepada pengunjukrasa.

Kajari berjanji akan memproses setiap laporan yang masuk, namun semua butuh waktu. Dia bilang,  Kejari Sibolga tetap komitmen dalam pemberantasan korupsi. Mereka juga membutuhkan komitmen semua pihak, dengan memberikan setiap informasi. “Yakinlah, berikan kami informasi yang sebanyak banyaknya. Salam perjuangan,” tukasnya.(BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here