Menanti Densus Antikorupsi

Posted by on Oct 02, 2017 | Leave a Comment

Dua bulan belakangan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar mengungkap kasus korupsi kepala daerah (Bupati dan Wali Kota) di penjuru Tanah Air. Bertubi-tubinya operasi tangkap tangan (OTT) mengisyaratkan satu hal, yakni korupsi memang tak gampang dimusnahkan.

Terbukti, para koruptor tak pernah jera merampok duit negara. Melihat kenyataan yang terjadi, lama kelamaan KPK bakal kewalahan. Bukan soal mereka tidak mampu, melainkan karena mereka memang tak bisa dan tak adil dibiarkan menjadi single fighter melawan kejahatan berlevel luar biasa seperti korupsi.

Memberantas korupsi mestinya harus bersinergi, tidak bisa jalan sendiri. Pertanyaannya, dengan siapa KPK mesti bersinergi ketika penegak hukum yang lain, tak punya catatan mentereng dalam hal pemberantasan korupsi?

Langkah Kapolri yang berencana membentuk detasemen khusus (densus) antikorupsi kiranya perlu kita sambut positif. Pembentukan densus antikorupsi Polri yang diharapkan bisa beroperasi awal tahun depan patutlah kita apresiasi sebagai salah satu terobosan untuk memperkuat kelembagaan KPK.

Densus yang dalam rencananya akan mengambil alih tugas Direktorat Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim Polri itu idealnya punya cita-cita yang sama dengan KPK. Gaya dan strategi penanganannya boleh berbeda, tapi cita-cita harus senada.

Harus diakui, densus akan dibayangi keraguan publik dalam hal komitmen. Publik mencatat, pembentukan densus antikorupsi Polri tak lepas dari dukungan DPR. Fakta tersebut, mau tidak mau, menimbulkan kesan seolah-olah densus dibentuk untuk menyaingi KPK yang notabene saat ini tengah ‘berseteru’ dengan DPR.

Satu-satunya cara ialah dengan membuktikan kepada publik melalui kinerja-kinerja yang jempolan, bukan asal-asalan. Buktikan bahwa komitmen pemberantasan korupsi densus tak hanya garang di mulut, tapi memang punya taji di lapangan.

Buktikan densus tidak takut menjerat sesama penegak hukum atau pejabat penyelenggara negara. Buktikan densus antikorupsi Polri tak hanya berani menjangkau pelaku korupsi di luar sana, tapi juga tak ragu membersihkan bibit rasywah di institusi mereka sendiri.

Jika komitmen itu digenggam kukuh, densus antikorupsi mestinya bisa menjadi mitra setara KPK untuk mengenyahkan korupsi dari negeri ini. Kita pun masih pantas membentangkan asa bahwa negeri ini akan memenangi perang besar melawan korupsi jika seluruh penegak hukum berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan tanpa saling bermusuhan. (***)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here