Menisik Sepak Terjang Umar Ritonga Sang Belut Kepercayaan Bupati

Posted by on Jul 30, 2018 | Leave a Comment

Umar-RitongaLabuhan Batu – KoranAntiKorupsi Setelah Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap resmi menyandang status tersangka oleh KPK, Bupati Labuhanbatu ini pun resmi memakai rompi orange saat keluar dari gedung KPK digiring petugas menuju rumah tahanan.

Selain Pangonal sebelumnya KPK sempat mengamankan H Thamrin Ritonga, Efendi Syahputra alias Asiong Kobra dan Edi ajudan Bupati. Namun hanya Asiong Kobra pemilik PT Binivan Kontruksi Abadi yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap cek dengan uang tunai Rp 500 juta dari total nilai suap Rp 3 milyar rupiah.

Sedangkan Umar Ritonga selaku orang kepercayaan Bupati berhasil kabur saat dihadang tim KPK usai mengambil uang yang dititipkan kepada kasir Bank Sumut oleh H Thamrin Ritonga, dan berhasil meloliskan diri.

Lantas siapakah sosok Umar Ritonga?

Tak banyak informasi soal Umar Ritonga yang bisa di korek dari orang dalam pendopo Bupati, karena Umar Ritonga terkesan licin dan pandai menyembunyikan jati diri dari pantauan dan pandangan umum.

Umar Ritonga disebut sebut berasal dari Desa Dusun Batanggogar Kecamatan Sei Kanan Kabupaten Labusel dan yang mengurusi lahan bukaan Pangonal Harahap di daerah itu, sedangkan informasi lainnya menyebutkan jika pria itu berasal dari Desa Sibargot, Desa yang juga kampung halaman H Thamrin Ritonga.

Pria ini menikah dengan wanita berinisial S bermarga Harahap yang tinggal di Jalan Batu Sangkar Rantauprapat. sehingga Umar kerap bertutur menyapa Pangonal dengan sebutan ‘Tulang’.

Umar Ritonga sendiri dipercayai Pangonal mengurus asset dan kerap membeli lahan dan tanah atas petunjuk H. Pangonal Harahap yang diduga berasal dari uang keserakahan kekuasaannya sebagai Bupati Labuhanbatu.

Uang yang diduga berasal dari fee proyek dan setiran para ASN di lingkungan pemkab Labuhanbatu, serta pengeluaran perizinan yang ada di Labuhanbatu yang kerap di duga di punglinya, demikian disampaikan sumber koran Anti Korupsi yang dekat dengan dirinya.

Bahkan kabarnya dia juga lihai memperdaya orang melalui jual beli proyek juga jabatan sehingga orang terpadaya dan akhirnya menyetor sejumlah uang namun proyek ataupun jabatan tak kunjung dapat.

Namun begitupun Umar ini bukanlah orang yang banyak bicara seperti orang dekat Bupati lainnya ketika berada di rumah Dinas Bupati.

“Umar juga jarang berbaur dengan kalangan pejabat dan SKPD, dia sangat tertutup, tidak mau muncul kepermukaan,” ungkap sumber yang minta namanya dirahasiakan. Semua orang menilai Umar Ritonga hanya seorang penjaga kebun, karena setiap orang bertanya kepada Bupati mengenai sosok Umar Ritonga kepada Pangonal Harahap beliau memperkenalkan Umar Ritonga hanya sebatas penjaga kebun miliknya. sehingga orang pun tidak begitu tertarik menelusuri siapa sesungguhnya Umar Ritonga, bahkan Umar tidak pernah memuat data pribadinya pada dua akun facebook miliknya.

Tugas Umar juga kabarnya hanya satu yakni mencuci uang hasil korupsi sebagai penerimaan sah sang Bupati sehingga tidak terjerat hukum saat menerima uang korupsi. Selentingan di tengah masyarakat didapat, hasil uang haram tersebut Bupati yang kini jadi tersangka berhasil membangun PKS (Pabrik Kelapa sawit) di Pulau Padang Kecamatan Rantau Utara.

Hidup Umar orang kepercayaan Bupati ini juga kerap berpindah-pindah, terakhir Umar terdeteksi mengontrak rumah di daerah Aek Tapa belakang Komplek Asrama Haji Rantauprapat, setelah pindah dari rumah kontrakkannya di komplek Cendana Asri samping terminal Jalan H Adam Malik Rantauprapat.

Selain itu dari sumber juga menyebutkan Bupati Pangonal jika ingin membeli berbagai keperluan selalu meminta uang kepada Umar Ritonga.

Dimata Pangonal Umar Ritonga sangat pandai mengatur keuangan sang Bupati dalam mencampur adukan uang halal dan haram sehingga seakan uang tersebut diperoleh dari cara yang sah.

Sehingga bagi orang dalam istana Umar kerap disebut juru bayar Bupati.

Perlu diketahui sumber merupakan orang yang telah lama kenal dengan Umar dan mengetahui latar belakanganya, tapi begitupun menurut sumber ketika dia mencoba memancing Umar agar diberikan bagian pekerjaan borongan di pemerintahan. dengan sigap Umar menjawab “gak urusan-urusanku itu,” ujar sumber menirukan lagi. Padahal saat itu sumber jelas-jelas melihat Umar membawa kode-kode proyek APBD untuk di serahkan ke pihak swasta.

Sumber juga pernah membocorkan info ke awak media jika Umar Ritonga membawa berkas-berkas berisi kode dan judul proyek saat meninggalkan pendopo menggunakan mobil pajero sport warna merah milik Pangonal Harahap yang platnya telah diganti seharusnya BK 28 YG menjadi BK 82 GY.

Awak media sempat membuntuti mobil tersebut dari pendopo Bupati. Entah karena sadar dibuntuti atau tidak, mobil tersebut beruputar sebanyak dua kali di bundaran hingga awak media terpaksa membelokan kenderaan ke lapangan Ika Bina Rantauprapat agar Umar tidak curiga jika dirinya sedang dibuntuti dan Mobil tersebut tancap gas mengambil Jalur Jalan Gatot Subroto dan hilang dari pandangan mata.

Saat ini nama Umar Ritonga masuk daftar pencarian orang Komisi Pemberantasan Korupsi. Peranan Umar dalam memuluskan aksi korupsi sang Bupati sangat Rapi mulai dari pola pemungutan uang hingga menyamarkan dari mana uang itu berasal. seperti ketika Umar dititipin uang yang diperoleh dari cara haram sang Bupati Pangonal, maka Umar segera mencampur uang haram tersebut dengan perolehan uang hasil usaha pribadi Pangonal. dan uang itu kemudian dicatatkan pada buku catatan hasil perkebunan, RAM maupun toko pupuk Pangonal yang berada di jalan Dewi Sartika Rantauprapat.

Kini keberadaan Umar Ritonga raib bak ditelan bumi dan berhasil lolos dari pengejaran KPK. Umar terakhir terdeteksi kabur menggunakan mobil dinas milik Pemkab Labuhanbatu berjenis Toyota Hilux pick up warna putih dengan plat nomor BK 8299 Y dan uang tunai Rp 500 juta rupiah.

Namun KPK telah mengeluarkan peringatan dengan mengultimatum agar Umar Siregar bersedia menyerahkan diri dan telah menetapkan DPO (daftar pencarian orang).

“KPK mengingatkan kembali pada Saudara Umar Ritonga agar bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri ke KPK,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (20/7).

KPK juga meminta pihak keluarga dan kolega Umar membantu proses penyidikan ini dengan aktif mengingatkan tersangka untuk menyerahkan diri, baik ke KPK langsung, ke Polres Labuhanbatu maupun kantor polisi setempat.

Tidak hanya Umar, KPK kini mengejar pihak lain yang diduga terkait kasus yaitu Direktur PT Peduli Bangsa Afrizal Tanjung. Dalam kasus ini Afrizal berstatus saksi yang diduga berperan dalam pencairan cek di BPD Sumut.

“Kami ingatkan, sikap kooperatif akan lebih baik dan menguntungkan bagi tersangka, saksi dan proses hukum ini,” tutur Febri.

Dalam kasus ini, Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap diduga menerima Rp 576 juta dari Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra. Nilai tersebut merupakan bagian dari Rp 3 miliar terkait proyek-proyek di Labuhanbatu untuk tahun 2018.

Selasa (17/7), Effendy mengeluarkan cek Rp 576 juta yang dicairkan di BPD Sumut oleh orang kepercayaannya berinisial AT. Duit pencairan cek ini kemudian dititipkan kepada petugas bank, lalu diambil Umar.

Sekitar pukul 18.15 WIB, Umar datang ke bank mengambil uang Rp 500 juta dalam tas keresek yang dititipkan kepada petugas BPD Sumut, tetapi Umar kabur saat akan ditangkap. Kini Umar jadi buron setelah kabur saat operasi tangkap tangan (OTT). (HAH)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here