Merasa Hukum Tidak Adil Warga Aeklung Geruduk PN Tarutung

Posted by on Aug 07, 2017 | Leave a Comment

WARGA Aeklung geruduk kantor PN Tarutung di Dolok Sanggul mengecam atas vonis bebas Mangasa Sibarani.

WARGA Aeklung geruduk kantor PN Tarutung di Dolok Sanggul mengecam atas vonis bebas
Mangasa Sibarani.

Dolok Sanggul – Kpkpos Ratusan warga Desa Aeklung Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Pengadilan Negeri Tarutung tepatnya di Dolok Sanggul, Kamis (3/8).

Mereka mengecam, PN Tarutung tidak adil dalam menghukum pelaku pembunuh Aldi Manata Sibarani, bocah berumur 10 tahun oleh Mangasa Sibarani, ayah kandungnya yang divonis bebas.

Sayangnya, upaya mereka ingin menjumpai hakim yang menvonis bebas Mangasa Sibarani, buntu. Sebab, tiga hakim yakni Sarma Sirgar selaku hakim ketua, Sabaru Zendrato dan Henrik Tarigan selaku hakim anggota tidak berada ditempat. Dikarenakan, adanya pergantian Ketua PN Tarutung, Jumat (4/8).

Selain tidak ditempat, juga berdampak sidang yang ada persoalan di Kabupaten Humbang Hasundutan ditunda. Sebanyak 15 perkara yang harusnya disidangkan, Kamis (3/8) batal.

Salah satu orasi marga Simamora mengatakan, pihaknya meminta agar Pengadilan Negeri ini menjelaskan hasil vonis bebas Mangasa. Apalagi, menurut mereka, terkait bebasnya Mangasa, anak-anak mereka malah menjadi ketakutan, sebab pelaku yang dituduhkan ke Mangasa, ayah kandung korban pembunuhan ini, bukanlah dia.

“Akibat hukum yang tidak adil, anak-anak kami jadi takut, takut dibunuh karena pelaku pembunuh sudah bebas,” ucap Simamora.

Tidak hanya membuat takut, menurut mereka lagi, Mangasa selaku pelaku pembunuh anaknya, jelas dialah pelakunya, harusnya tidak dibebaskan. Dikarekan, Mangasa dalam memperagakan aksinya tidak canggung.

”Putusan ini harus dibatalkan. Tapi kenapa ini lengkap punya saksi dan bukti-bukti kenapa divonis bebas. Ada apa sebenarnya ini, mana hakimnya,” sorak salah satu pengunjuk rasa diamini oleh massa.

Bahkan, mereka mengutuk keras hati nurani para hakim yang memvonis bebas Mangasa Sibarani.” Dimana perlindungan anak itu pak , mana hukum di Indonesia ini, apa bapak tidak punya anak,” cetus boru Sihombing.

Dalam aksi tersebut, mereka membawa spanduk  berisi tuntutan atas vonis bebas Mangasa Sibarani. Yang bertuliskan, putusan PN Tarutung ‘mandul’, siapa pembunuh Aldi Manata Sibarani?.

Kehadiran para unjuk rasa ini, mendapat pengawalan ketat dari kepolisian, hadir juga Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Nicolas Ary Lilipaly, Kasi Pidum Bona Siregar, Bambang selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam kesempatan itu, Nicolas menyampaikan, bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan sangat diapresiasinya atas kepedulian. Namun, ia menegaskan, putusan hakim adalah putusan yang sudah tidak bisa digangggu, namun putusan belum menjadi putusan tetap.

Dan,  mereka tetap berkeyakinan 100 persen Mangasa adalah pelaku pembunuh Aldi.” Kalau kami penyidik kepolisian meyakini 100 persen adalah pembunuhnya ayahnya (Mangasa-red). Tapi, keputusan bebas ini belum memiliki kekuatan hukum, jadi masih tetap Mangasa sebagai orang yang dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Jadi belum memiliki keputusan hukum yang tetap, jadi yg bebas itu sementara dikeluarkan dari tahanan. Tapi yang bersangkutan masih terikat untuk mempertanggungjawabkan,” kata Nicolas.

Demikian juga, kata Kasi Pidum Bona Siregar didampingi Bambang selaku JPU. Menurut mereka, bebasnya Mangasa belum inkrah. Upaya hukum lainnya masih dilakukan, seperti kasasi dari mereka ke Mahkamah Agung.

“ jadi kami sudah kirim kasasi ke Mahkamah Agung dan didaftarkan di Pengadilan Negeri Tarutung, Senin kami sampaikan memorasi kasasi. Mudah-mudahaan, Mahkamah Agung menerima memori kasasi kami, yang menuntut Mangasa lah pelakunya,” kata Bambang.(bs/rein)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here