Oplas Mengakibatkan Bohong Dan Tersangka

Posted by on Oct 08, 2018 | Leave a Comment

Judul diatas memang terkesan aneh dikarenakan tidak mungkin akibat operasi plastik (oplas) mengakibatkan bohong dan tersangka. Namun itulah pembicaraan viral yang merebak saat ini di masyarakat Indonesia.

Benar… kasus Ratna Sarumpaet yang akhirnya menggegerkan dan menghebohkan dunia para pendukung capres Indonesia di kedua kubu sehingga membuat blunder.

Awal kejadian wajah wanita tua Ratna Sarumpaet yang bengkak seperti bonyok sesuai dengan foto yang beredar dikabarkan akibat dianiaya orang yang tak dikenal, ciutan dunia maya menanggapi hal ini pun mencuat dan terkesan memojokkan kubu dari petahana calon presiden 01.

Hal ini dikarenakan Ratna Sarumpaet adalah aktivis yang selalu kritis menkritik pemerintah selain itu Ia juga adalah salahsatu tim kampanya dari kubu capres 02.

Polisipun kemudian bertindak cepat dalam waktu singkat akhirnya didapat bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, Ratna diketahui tidak dirawat di 23 rumah sakit dan tidak melapor ke 28 Polsek di Bandung dalam kurun waktu 28 September sampai 2 Oktober 2018.

Saat kejadian yang disebutkan pada 21 September, Ratna diketahui memang tak sedang di Bandung. Hasil penyelidikan menemukan bahwa Ratna datang ke Rumah Sakit Bina Estetika di Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00.

Ratna telah melakukan pemesanan pada 20 September 2018 dan tinggal hingga 24 September. Polisi juga menemukan sejumlah bukti berupa transaksi dari rekening Ratna ke klinik tersebut.

Tentu saja temuan ini seperti menyatakan seorang Ratna Sarumpaet telah berbohong kepada masyarakat Indonesia terutama kubu capres 02. Kepolisian pun segera mengelar konferensi pers menyampaikan hasil dari penyelidikan tersebut.

Selang beberapa jam kemudian Ratna Sarumpaet juga ikut mengelar konferensi pers dikediamannya dan membuat pengakuan bahwa kabar penganiayaan tersebut tidak benar, sehingga menegaskan hasil temuan pihak Kepolisian adalah sebuah kebenaran.

Menurut Ratna, awal dari kabar pemukulan itu sebetulnya hanya untuk berbohong kepada anaknya. Ratna yang pada 21 September 2018 mendatangi rumah sakit bedah untuk menjalani operasi sedot lemak di pipi, pulang dalam kondisi wajah yang lebam.

Ratna kemudianpun meminta permohonan maaf atas kebohongan tersebut.

Sepertinya semua tersentak, semua tersekat, dunia seperti berhenti berputar. Pengakuan Ratna tentu saja seperti sebuah bola api raksasa yang sedang menuju kearah capres 02.

Tak pelak bola tersebut kemudian menghantam kubu capres 02.

Ucapan yang disampaikan Ratna tidak dibiarkan sia-sia, ungkapan memojokkan yang dulu dibuat beberapa pendukung capres 02 tentang Ratna di counter balik dengan ungkapan Hoax bahkan setelah pengakuan tersebut, sejumlah pihak juga melaporkan Ratna ke polisi atas dugaan penyebaran hoax. Diantaranya adalah Farhat Abbas dan Muannas Alaidid.

Padahal capres 02 dan beberapa tim yang dilaporkan Farhat Abbas telah meminta maaf sebelumnya.

Keributan didunia maya dan media online terus menghiasi drama Ratna Sarumpaet, tidak Ratna saja keluarga besarnya juga berujung ikut terhimbas, netizen pun mengungkapkan protes dan amarahnya kepada Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto artis kenamaan Indonesia dikarena mereka adalah anak dan menantu Ratna.

Tak lama berselang tepatnya pada Kamis malam, 4 Oktober 2018 sekitar pukul 20.00 WIB, kepolisian melakukan penangkapan kepada Ratna Sarumpaet. Ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno Hatta saat akan bertolak ke Santiago, Cile. Ratna diketahui akan bertolak ke Cile untuk menghadiri acara Konferensi The 11th Women Playwrights International Conference 2018.

Penangkapan tersebut terkait dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax atau berita bohong. Adapun sebelum ditangkap, polisi telah mengirimkan surat pencegahan kepada pihak Imigrasi.

Drama Ratna Sarumpaet diharapkan segera dihentikan janganlah kita terus terfokus pada kasus tersebut, karena saat ini bencana seperti gempa dan tsunami telah menghantam salahsatu provinsi negara yang kita cintai ini dan telah memakan banyak korban, kita perlu berempati dan memikirkan nasib mereka tentu dengan memberikan perhatian dan doa serta bantuan yang dibutuhkan oleh mereka, apalagi dolar yang terus naik dan melemahkan rupiah hingga mencapai diatas Rp.15.000, pemerintah perlu memikirkan jalan keluarnya mengatasi hal tersebut.

Para korban gempa dan tsunami tersebut janganlah dilupakan karena misi memenangkan sebuah pertarungan, karena siapapun yang nanti menang telah tertoreh oleh Tuhan sang pencipta dan penguasa alam ini, cukup tampilkan visi dan misi calon yang diangkat untuk mengajak masyarakat mana yang pantas untuk dipilih.

Biarkan drama Ratna Sarumpaet menjadi pelajaran dan iktibar bagi kita semua. Yang pasti Oplas Ratna Sarumpaet mengakibatkan dia berbohong dan kini telah menjadi tersangka serahkan saja kepenegak hukum biar bisa terbuka dan terungkap dibalik maksud semua ini.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here