Panasnya Duit Tamin Sukardi

Posted by on Sep 03, 2018 | Leave a Comment

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) terhadap sejumlah panitera di medan dalam kasus Tamin Sukardi menambah deretan kasus suap perkara di Indonesia.

Tidak mudah memang menjerat Tamin Sukardi sang konglomerat Medan tersebut Sebab, Tamin Sukardi dinilai merupakan seorang pengusaha yang kebal hukum dan mafia lahan di Sumatera Utara (Sumut) dan ini juga diakui Jaksa Agung HM.Prasetyo sendiri baru-baru ini kepada wartawan.

Bahkan hebatnya Tamin, perkara kasus yang selama ini disidangkan dan akhirnya dimenangkannya dalam perkara kasus tanah terhadap dirinya kabarnya hanyalah rekayasa dan sandiwara untuk membuktikan bahwa lahan yang dikuasainya tersebut benar-benar bukti kepemilikannya.

Dengan kepiawaiannya mengadakan pendekatan kepada aparat penegak hukum serta royalnya dia dalam berbagi uang mungkin hal tersebutlah membuat dia menjadi kebal hukum dan berhasil menguasai lahan.

Namun syukurlah dengan terungkapnya kasus ini secara tidak langsung telah menyelamatkan aset negara yang dari sang mafia tanah. Ternyata panasnya duit Tamin Sukardi yang selama ini membuat hangat ternyata kali ini malah membakar.

Kasus tanah di Sumatera Utara kerap menjadi polemik yang tidak berkesudahan dan akhirnya secara tidak langsung sebenarnya merugikan negara sendiri.

Seperti mulai dari tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN, kawasan register 40, serta tanah negara dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi milik Pemerintah Kota Medan yang akhirnya menyeret mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap yang di tingkat kasasinya dihukum 10 tahun penjara.

Polemik tanah di Sumatera Utara ini juga seperti tidak ada habisnya danĀ  menjadi sebuah kasus berkepanjangan bahkan dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara yang baru-baru ini berlangsung isu polemik kasus lahan tanah tersebut menjadi salahsatu ajang kampanye yang menarik masing-masing kubu.

Namun apapun ceritanya kasus Tamin Sukardi, terdakwa kasus korupsi penjualan tanah negara seluas 74 hektare kepada Mujianto tersebut semoga menjadi awal untuk mengakhiri kasus penjualan aset negara di Sumatera Utara. Dan tidak ada lagi panasnya uang tamin-tamin lain yang dapat membakar suatu keputusan yang dapat merugikan negara. Semoga.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here