Panen Padi di Tobasa Merosot Tajam

Posted by on Aug 07, 2017 | Leave a Comment

Porsea – Kpkpos Panen raya padi raya diakhir tahun 2017 ini para petani di berbagai kecamatan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), mengeluhkan hasil panen padi mereka yang merosot tajam hingga mencapai 50 persen.

Bahkan, sejumlah petani lainya juga mengaku, mereka tidak bisa mencicil utang biaya produksi ke pemodal hingga membeli keperluan sekolah anak, lantaran padi padi terserang hama misterius tidak bisa dipanen secara total.

Seorang petani, N Manurung mengatakan, tahun ini hasil panen padi yang ia dapat bersama rekan rekan petani lainya sangat jauh merosot. Biasanya, untuk luasan penanaman 1 rante, produksi gabah padi yang mereka hasilkan mencapai 20 – 25 kaleng. Tapi setelah panen tiba, hasil panen yang didapat hanya sekitar 10 hinggga 15 kaleng per rantenya.

Mirisnya lagi katanya, ada beberapa petani membiarkan tanaman padi tidak dipanen setelah diketahui rusak total “Akibat serangan hama siluman, banyak petani gagal panen. Sementara kalaupun bisa dipanen, produksi gabah padi yang di dapat hanya sekitar 40 hingga 50 persen saja” kata N Manurung, Senin.

Pantauan di lapangan, rata rata produksi gabah yang didapat petani di Kabupaten Tobasa periode panen tahun 2017 ini cenderung sangat jauh menurun, jika dibanding panen sebelumnya.

Selain persoalan hama. Menurut petani lainya, Maringan Manurung mengatakan terjadinya penurunan produksi gabah padi tahun ini pada sejumlah wilayah Kabupaten Toba Samosir juga sangat dipenggaruhi adanya kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Phonska dan Urea beberapa waktu lalu.

“Saat kita dan petani lainya butuh pupuk Phonska dan Urea, pupuk pupuk yang kita butuhkan tidak ada. Lantas setelah pupuk pupuk itu tidak kita butuhkan, nah baru muncul dan tiba di tangan petani” tuturnya.

Menurutnya, Dinas Pertanian Tobasa sangat lambat menanggani terjadinya kelangkaan pupuk pada waktu petani ingin memupuk tanaman padinya. Begitu juga mensuplai obat pemberantas hama yang dibutuhkan petani. Disamping itu, penyuluh pertanian di Tobasa katanya belum bekerja secara maksimal untuk melakukan pendampinggan bagi para petani.

“Dinas Pertanian serta para penyuluh pertanian belum maksimal mengurus persoalan petani di Tobasa. Kita lihat Dinas Pertanian serta penyuluh pertanian belum serius menyelesaikan kebutuhan dasar petani, seperti adanya kelangkaan pupuk maupun hama yang menyerang padi para petani” ungkap Maringan. (TET/SMG)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here