Pelajaran Mahal Buat Polri

Posted by on May 14, 2018 | Leave a Comment

Disaat masyarakat fokus terhadap keadaan negara seperti banyaknya tenaga asing illegal yang bekerja di Indonesia, naiknya harga kebutuhan pokok didukung kenaikan harga listrik dan air serta BBM bahkan dolarpun mencapai hingga Rp.14.000.

Belum lagi keributan politik seperti kasus penodaan agama hingga baju kaos bertuliskan #2019 ganti presiden, #2019 Jokowi 2 periode hingga makin mencuatnya kasus korupsi oleh pejabat negara membuat dolar semakin menekan.

Tiba-tiba muncul kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat tentu saja sesuatu tragedi yang mengejutkan, bahkan mengakibatkan meninggalnya 5 orang aparat polisi atas kasus tersebut, tentu saja menambah duka yang mendalam dihati masyarakat Indonesia.

Seperti biasa dijaman now ini, tak pelak lagi tragedi kerusuhan di mako brimob menjadi viral, video dan fotopun beredar di jagat dunia maya. Berbagai tanggapanpun bermunculan ada yang geram melihat perbuatan teroris sehingga minta langsung dihukum mati sampai ada yang mengusulkan untuk ditembak ditempat saja para teroris jika melakukan aksi.

Namun ada pula menanyakan keberadaan ahok saat terjadi kerusuhan tersebut dan adanya ponsel dipenjara.

Berpulang dari itu semua yang pasti peristiwa mako brimob ini menjadi pelajaran yang berharga untuk intropeksi diri dan selalu waspada, terlebih aparat penegak hukum yang langsung menanganinya.

Banyak pelajaran yang dipetik dari tragedi ini seperti kewaspadaan dan kehati hatian aparat walau itu dimarkas yang dirasa tidak mungkin hingga penempatan gudang rampasan atau sebagai barang bukti senjata hingga perlunya penempatan gedung khusus buat para tahanan apalagi sekelas teroris yang pernah dilatih menggunakan senjata.

Selain itu yang paling utama adalah menghargai hak mereka yang dipenjara, memang dirasa aneh jika adanya penghargaan hak terhadap tahanan namun mereka adalah manusia yang tetap mempunyai hak, hanya dibatasi sesuai peraturan dan perundang-undangan tahanan apalagi belum jatuhnya vonis, lagi pula tidak susah seperti tidak susahnya menyuap makanan kemulut tahanan saat polisi mengirim mereka ke nusa kambangan yang fotonya menjadi viral didunia maya.

Pelajaran ini tentu saja jadi mahal harganya dengan jatuhnya korban kepada aparat penegak hukum terlepas mereka bukan dari penindakan dan hanya tim pemberkasan seperti yang dikatakan Kapolri akhirnya menjadi korban keganasan napi teroris.

Duka keluarga yang berharap pulang sehat juga menjadi duka masyarakat negeri ini, mari kita berbenah diri dan intropeksi tidak saling menyalahi namun mencari solusi untuk memperkuat jati diri dan negeri ini.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here