Pemko Binjai Nunggak Rekening Listrik Rp2 M

Posted by on Aug 05, 2013 | Leave a Comment

Binjai  – Kpkpos  Kasus tunggakan rekening listrik di tubuh Pemerintah Kota  (Pemko) Binjai, ternyata benar-benar mengkhawatirkan. Pasalnya,  sampai saat ini tunggakan rekening listrik yang dialami Pemko Binjai mencapai Rp 2 miliar lebih.

“Iya, memang tunggakan rekening listrik Pemko Binjai cukup besar.  Kalau kita hitung-hitung secara global, sekitar Rp2 miliar lebih,” kata  Kepala Cabang (Kacab) PLN Binjai, Sudirman, saat dikonfirmasi via  selulernya, Rabu pekan lalu.

Dikatakan Sudirman, tunggakapan rekning listrik yang besar itu  terdapat pada rekning lampu penerangan jalan. “Dari rekening ini  saja sudah cukup besar, karena totalnya mencapai Rp2 miliar,”  cetusnya.

Selain tunggakan rekening lampu penerangan jalan, sambungnya,  sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Pemko Binjai juga  memiliki tunggakan.

“Dari sekian banyak Dinas, hanya Dinas  Pendapatan yang tunggakannya cukup besar sekitar Rp 200-an juta,” ungkap Sudirman.

Untuk tunggakan penerangan jalan, lanjutnya, Pemko Binjai belum bisa  bayar sejak bulan Mei, Juni dan Juli. “Sebenarnya tiga bulan saja  tunggakan terjadi, sudah bisa kita putus. Tapi kita mau koordinasikan hal  ini terlebh dahulu ke Dinas Pertamanan,” sebutnya.

“Kita tidak mau main putus saja, karena hubungan dengan Pemko  Binjai selama ini sudah baik. Nah, jika nantinya koordinasi kita  dengan Dinas Pertamanan tetap tidak membuahkan hasil, maka kita  langsung menemui Wali Kota agar dapat mencari solusi atau segera  mebayar tunggakan tersebut,” tegasnya.

Sementara untuk Dispenda, kata Sudirman, tunggakan rekening sudah  terlalu banyak. Pasalnya, tunggakan itu sudah berlangsung sejak tahun  2012 lalu.

“Saya nggak tahu pasti dari bulan berapa tunggakannya.  Yang jelas masih banyak dan nominalnya sekitar Rp200-an juta tadi,”  ujarnya.

Ditanya pemutusan listrik di tubuh Dispenda sudah dapat dilakukan,  Sudirman tidak menepis hal tersebut. “Iya, memang pemutusan sudah  bisa kita lakukan.

Tapi pihak Dispenda meminta tinjau kembali, dengan  alasan sejumlah rekening hilang. Makanya, kita akan segera  melakukan peninjauan itu,” tandasnya.

Sudirman mengakui, dengan besarnya tunggakan rekening listrik milik  Pemko Binjai ini, membuat PLN merugi. “Kalau rugi sudah pasti.  Makanya, ada sejumlah arus yang sudah kita putus, seperti arus listrik  di Sky Kros,” bebernya, seraya berharap, agar pihak terkait dapat  menindak lanjuti atau mebayar tunggakan rekening listrik ini.

Disisi lain, Antasari, seorang anggota Komisi C DPRD Binjai, yang  sebelumnya sempat bersiteru dengan Kadispenda, saat kembali  ditemui mengatakan, konflik lembaga dewan dengan Dispenda masih  berlanjut.

“Tapi masalah ini tanyakan saja langsung pada ketua. Tapi pada  intinya, awal masalah ini hanya karena tunggakan rekning listrik. Yang  mana kami mengundang PLN dalam rapat. Dari rapat itu diketahui  Dispenda menunggak sampai ratusan juta. Jadi saya bawa masalah ini  ke paripurna dengan agenda pandangan umum,” ungkapnya.

“Nah, ketika nota jawaban berlangsung, Kadispenda tidak terima  dengan pandangan umum kami. Dia mendatangi saya dan  menunjuk-nunjuk saya sambil melontarkan bahasa dengan nada tinggi,”  tegasnya.

“Hal itukan tidak memiliki etika. Makanya, kami anggota dewan  meminta agar Kadispenda dicopot dari jabatannya. Tindak lanjut  masalah ini, tentu memakai surat resmi dari lembaga ke Pemko. Dan  kalau mau jelas, bisa tanya langsung sama ketua,” sebutnya.

Kisruh tunggakan listrik yang terjadi, ternyata tidak hanya menguak  tunggakan rekning Pemko Binjai yang sangat mengejutkan. Tetapi  kisruh ini tampaknya membuat perpecahan di tubuh wakil rakyat Binjai.  Pasalnya, Mulia Ginting, suami Kadispenda yang juga seorang  angggota DPRD Binjai, terlihat berang dan enggan berkomentar ketika  hal ini ditanyakan kepada dirinya.

“Sebentar lagi DPRD bukan hanya bisa mencopot PNS, tetapi bisa  memecat PNS. Alah sudah lah, kalau urusan ini kita serahkan sama  mereka (anggota dewan-erd) yang lain,” sebutnya sambil berlalu. (SBR)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here