Penipuan CPNS Divonis 34 Bulan Penjara

Posted by on Jan 07, 2019 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Suparman pasrah divonis 2 tahun dan 10 bulan (34 bulan) penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dia terbukti bersalah melakukan penipuan dengan modus menjanjikan korbannya lolos jadi pegawai negeri.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra 6, PN Medan, Rabu (2/1) sore, majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong mengatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 ayat 1 ke-1 KUHPidana, tentang tindak pidana penipuan.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Suparman selama 2 tahun dan 10 bulan penjara,” tukas Hakim Tengku Oyong.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Ketaren menuntut terdakwa selama 3,6 tahun penjara.

JPU menyatakan, terdakwa dalam melakukan aksi penipuannya mengaku memiliki kenalan orang dalam di Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

Dengan iming-iming dan janji palsu bisa menjadikan korbannya sebagai CPNS di Kabupaten Batu Bara, Suparman berhasil meraup keuntungan jutaan rupiah.

Menurut JPU, pada tahun 2014, 2015 dan 2016, ada 6 orang yang menjadi korban penipuannya.

“Total korban sebenarnya ada 7 orang, namun yang pertama tahun 2013, itu uangnya sudah dikembalikan. Ada surat tanah diberikan kepada korban, dia (Suparman) takut karena korbannya adalah istri seorang Polisi Militer (PM),” beber JPU pada sidang sebelumnya.

Akibat perbuatan terdakwa, korban menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Jumlah uang yang disetorkan korban kepada Suparman untuk dapat menjadi PNS di Batu Bara itu bervariasi disesuaikan tingkat pendidikan korban. Yang berpendidikan SMA, D3, dan S1 tidak sama, namun jumlah (uang) dari 6 orang tersebut mencapai Rp700 juta lebih. Untuk tamatan Sarjana (S1) dan Diploma (D3), Suparman meminta Rp150 juta dan untuk lulusan SMA senilai Rp100 juta,” sebut JPU dalam tuntutannya.

Menanggapi vonis tersebut, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.(SMG)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here