PENJARA BAGI KORUPTOR, Siapa Takut?

Posted by on Jul 30, 2018 | Leave a Comment

Dulu penjara adalah tempat yang menakutkan bagi siapa saja, apalagi bagi maling-maling uang rakyat. Penjara adalah momok bagi mereka para koruptor yang pada dasarnya mereka adalah berasal dari orang-orang yang punya latar belakang hidup mewah atau paling tidak sebelum dipenjara mereka telah menikmati fasilitas mewah selama menjabat.

Namun kini sepertinya kata penjara bukan lagi suatu momok yang menakutkan bagi mereka sang perampok uang rakyat karena selain mereka tidak pernah dimiskinkan sehingga jika bebas mereka akan tetap menikmati kekayaan dari hasil uang rampokan, mereka juga dapat hidup mewah dan nikmat didalam penjara dari hasil yang juga didapat dari rampokan tersebut.

Namanya saja penjara namun tetap saja bagi mereka yang tajir, seperti para koruptor dan bandar narkoba, penjara adalah tempat yang nyaman. Mereka diberikan keleluasaan untuk mendapatkan fasilitas lebih. Ada alat pendingin ruangan, televisi, laptop. Kecurangan sangat nyata. Kalau sekadar menyelundupkan telepon genggam, mungkin sulit dilacak. Tapi kalau barang selundupan ke dalam penjara sebesar spring bed, itu sudah luar biasa.

Mereka mendapatkan keleluasaan untuk mengakses listrik di kamar mereka bahkan seorang narapidana tajir dapat keluar masuk penjara, sesuai kebutuhannya. Saat matahari tenggelam, mereka pulang ke rumah dan kembali sebelum azan subuh berkumandang seperti kasus yang terjadi di lapas suka miskin belum lama ini.

Hebatkan penjara jaman now.

Makanya sehebat dan segencar apapun aparat penegak hukum menangkapi para maling-maling uang rakyat tetap saja tiada yang takut bagi pejabat dalam meraup uang rakyat.

Ketidaktakutan para koruptor ini bisa terlihat saat ini salahsatunya kalau dahulu para pejabat yang kedapatan melakukan korupsi, saat ditangkap mereka berusaha menutupi wajahnya atau meminta perlidungan agar pihak media tidak bisa memburunya sehingga tidak terlalu terekspos untuk menutupi malu. Namun kini para pejabat tersebut dengan wajah lebay melambaikan tangannya tanpa ada rasa malu dan sungkan ketika aparat menangkap mereka karena kedapatan korupsi, hebatnya lagi ada pula beberapa koruptor yang mengancungkan 3 jarinya (jempol, telunjuk dan kelingking) membentuk suatu tanda seolah-olah lambang itu adalah lambang yang mempunyai kekuatan perlindungan, entahlah..

Yang pasti, sifat takut dan tanpa malu tiada lagi dirasa bagi mereka para pencoleng uang rakyat, karena penjara bagi mereka adalah suatu tempat baru untuk pelesiran dan istirahat sebelum mereka menikmati uang yang telah mereka rampok. Atau dalam kata lain sepertinya sebelum menikmati uang haram mereka bersihkan diri dahulu sehingga tidak terganggu nantinya dalam menikmati uang tersebut.

Untuk itulah sejogyanya pemerintah mengeluarkan keputusan tegas dengan memiskin para koruptor yang telah memiskinkan uang negara, jadi jangan hanya ditangkap saja namun harta-harta mereka juga disita semuanya tanpa terkecuali tanpa ampun dan bila perlu diselidiki juga jika adanya kemungkinan aliran dana hasil maling tersebut oleh pihak lain dalam jumlah yang besar sehingga nantinya uang tersebut tetap bisa dinikmati mereka selepas atau dalam penjara.

Dalam memiskinkan para koruptor untuk menjadi efek jera bagi yang lain dilakukan tanpa pandang bulu dan rasa kasihan walaupun terhadap keluarganya seperti istri dan anaknya yang juga secara tidak langsung pernah menyipinya. Yang pasti miskinkan mereka sehingga efek itu akan efektif.

Sementara para sipir diharapkan sebelum dipekerjakan dilatih atau didik sama seperti bagaimana seorang milter, sehingga mereka kuat dan disiplin dan rasa cinta tanah air yang kuat. Tidak itu saja gaji mereka juga diberikan lebih besar namun wajar, sehingga mereka siap menjalankan tugas dengan baik, namun juga mereka para sipir diberikan tindakan tegas seperti para koruptor jika terjadi aksi penyuapan.

Demi Indonesia lebih baik.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here