Penyidikan Kasus Ambruknya Kanopi Gedung DPRD Tanjungbalai ‘Mengendap’

Posted by on May 19, 2014 | Leave a Comment

Tanjungbalai – Kpkpos Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Asahan dituding mengendapkan perkara dugaan korupsi ambruknya kanopi gedung DPRD yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp900 juta.

Tudingan tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia RudiRinaldi, “Ambruknya kanopi gedung DPRD pada 1 April 2011 tersebut sudah sempat ditangani pihak Kejaksaan.Bahkan, jaksa sudah menurunkan tim ahli dan menetapkan tersangkanya Tapi, hingga saat ini penanganan kasus itu tidak jelas. Ada kesan, sengaja diendapkan,” kata Rudi.

Menurutnya, karena kasus tersebut sudah menjadi perhatian masyarakat banyak, serta sudah masuk dalam tahap penyidikan, seharusnya pihak penyidik dapat memberikan kepastian hukum. Misalnya, pihak penyidik menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) atau melimpahan kasusnya ke pengadilan.

Kajari Tanjungbalai Asahan Ester Sibuea,SH,MH, hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi, begitu juga saat dihubungi melalui ponsel tidak dijawab.

Sekadar mengingatkan, pada tahun 2010 lalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungbalai telah melakukan revitalisasi gedung DPRD tahap kedua. Namun, pada 1 April 2011, kanopi yang dibangun lewat proyek APBD tersebut ambruk, sementara kantor belum dipergunakan dan belum diserahterimakan sebagaimana mestinya.

Selanjutnya, pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan telah melakukan pengusutan atas kasus tersebut dan menetapkan dua orang tersangka yakni Ir Husaini Sinaga selaku kontraktor dan Mulkan,ST selaku PPTK. Namun, pasca penetapan tersangka, kasus ini justru jalan di tempat dan terkesan dipeti-eskan. (HER)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here