Penyidikan Kejari Labuhanbatu Dipertanyakan

Posted by on Feb 05, 2018 | Leave a Comment

Rantauprapat – Kpkpos Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu, tengah menjadi sorotan publik sebab, pada penyidikan kasus dugaan mark up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kabupaten Labuhanbatu, Kejari setempat terkesan “berskrenario”.

Terlihat, dari penetapan tersangka dalam kasus itu yakni hanya menyeret Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menjadi tersangka sementara kontraktor masih bebas berkeliaran sepertinya tidak  ada upaya dalam pengembangan tersangka dalam kasus ini.

Hal tersebut secara blak-blakan di sampaikan Sekretaris Forum Wartawan Independent (Forwin) Labuhanbatu, Oktavianus Simanjuntak, SH kepada wartawan baru-baru ini di Rantau Prapat,

Menurutnya, sesuai dengan alur proses pelaksanaan proyek pengadaan LPJU seharusnya Kejari Labuhanbatu juga menetapkan rekanan selaku penyedia barang sebagai tersangka dan oknum-oknum lain yang mempunyai tufoksi masing-masing.

Terlebih, Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Labuhanbatu merahasiakan perusahaan rekanan sebagai penyedia LPJU.

“Tentu menimbulkan asumsi negatif atas kinerja Kejari Labuhanbatu. Artinya, Seksi Pidsus Kejari Labuhanbatu tidak profesional dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Ombudsma Sumatera Utara (Sumut) Abdyadi Siregar juga menegaskan, semestinya Kejari Labuhanbatu dengan perkara dugaan korupsi atau sejenisnya tidak hanya melibatkan satu orang tapi berantai.

“Kejari Labuhanbatu harus profesional dalam melakukan penyidikan dugaan mark up LPJU ini,” ketusnya.

Sebab, menurutnya, tidak menutup kemungkinan banyak oknum lainnya sesuai tupoksi yang terlibat. Penetapan PPK sebagai tersangka tidak relevan

”Diminta kepada Kejari Labuhanbatu profesional dalam melaksanakan tugas dan mengusut tuntas perkara ini dan jangan tebang pilih,  Ombudsman Perwakilan Sumut akan memantau hal ini hingga jelas dan tuntas ,” pungkasnya.(Hah)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here