Pilakada 2018 Menggemaskan

Posted by on Jun 25, 2018 | Leave a Comment

Pemilihan Kepala Daerah 2018 kali ini akan dilakukan secara serentak di 171 daerah yaitu 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota pada 27 Juni 2018 sehingga berbagai persiapan juga dilakukan. Salah satu yang mengadakan perhelatan ini adalah Sumatera Utara yang akan memilih Gubernurnya.

Ada 2 pasang calon yang bertanding yaitu nomor urut 1 pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan pasangan nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss).

Elektabilitas keduanya terus menanjak menjelang Pilgub Sumut 2018. Dalam rilis survei terbaru Indo Barometer, elektabilitas kedua pasangan sama-sama meningkat hampir 11%.

Selain adu program kedaerah daerah yang ada di Sumatera Utara serta media massa yang dilakukan para paslon, Media sosial juga ikut ambil bagian sebagai ajang untuk kampanye dari masing-masing para tim sukses, namun tidak bisa dielakan berita Hoax juga ikut mewarnai berita di medsos tersebut.

Bukan saja para tim sukses, warga net yang menjagokan masing-masing calonnya ikut pula berbicara, mulai dari ucapan halus berupa sindiran sampai ucapan kasar berupa makian.

Tentu saja mengikuti ungkapan para netizen di medsos dalam menjagokan pasangan calonnya (paslon) pada pilkada serentak 2018 yang terkadang berlebihan dan bahkan ada yang tidak nyambung atau mengomentari pasangan lawannya dengan berbagai ungkapan aneh dan terkadang lucu ini terkadang menggemaskan dalam membacanya.

Ya memang Pilkada 2018 ini tentu saja menggemaskan karena peran yang tekadang hyper aktiv dilakukan warga net dalam menyampaikannya dimana terkadang sok tau dan kenal dekat dengan salah satu sosok paslon sehingga terkadang menjadi berita hoax dan mengakibatkan timbulnya ucapan makian dari yang warga net, gemasnya lagi ada pula yang menyambut makian tersebut walau ada juga yang berucap lucu dalam menyampaikannya.

Berita hoax dan ucapan makian ini tentu saja sebenarnya pelajaran yang tidak sehat dan dikhawatirkan akan memecah kesatuan yang selama ini Sumatera Utara terkenal dengan kekondusifannya walau berbagai suku dan agama ada didalamnya, sehingga harapan untuk kembali akur usai perhelatan ini sangat diharapkan.

Apalagi umat Islam baru saja usai berperang melawan berbagai macam hawa nafsu dalam bentuk puasa yang dilaksanakan hampir sebulan penuh dan lebaran menandakan usainya pertarungan tersebut namun jangan pula hawa nafsu kemarahan dan kebencian tidak bisa dikalahkan.

Untuk itu mari kita tetap berpegang tangan dan berjabat erat usai perhelatan, menerima kekalahan jagoannya dan jangan meneruskan kebencian. Kita dukung bersama jagoan yang menang untuk melaksanakan program yang diajukan serta membantu mengingatkan jika mereka yang terpilih ingkar akan janjinya.

Begitu juga dengan para pendukung yang berhasil memenangkan jagoannya jangan pula nanti marah jika ada kritikan yang benar membela secara membabi buta dan mati-matian membenarkan yang salah seperti seolah sang jagoannya adalah manusia super yang tidak pernah salah.

Yang pasti masing-masing pendukung diharapkan menyampaikannya dengan santun, baik saat berkumpul ataupun di media sosial jika nantinya tidak sesuai harapan. Mari kita jaga kekondusifan Sumatera Utara sehingga pembangunan akan dirasa bersama dengan terpilihnya gubernur Sumatera Utara hasil pemilihan masyarakat Sumatera Utara tentunya melalui pemilihan jujur dan adil. Karena anak Sumatera Utara pasti akan bisa jujur walau terkesan keras. Karena Sumatera Utara ini kampung kita anak Sumatera Utara. ayo datangĀ  ke TPS biar jagoan anda menang. Horas…..

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here