Polda Sumut Undang Saksi Ahli USU Terkait KM Sinar Bangun

Posted by on Jul 09, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Dalam rangka penyidikan kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara Polda Sumut perlu meminta keterangan saksi ahli perkapalan, saksi ahli yang diundang berasal dari Universitas Sumatera Utara (USU).

“Saksi ahli yang dihadirkan di Polda Sumut diundang dari Universitas Sumatera Utara,” terang Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Sabtu (7/7).

Kehadiran saksi ahli tersebut, menurut dia, sangat diperlukan untuk memberikan bahan masukan dan pertimbangan kepada penyidik Polda Sumut yang tengah melakukan penyidikan kasus kapal tenggelam.

“Kapal mengalami musibah itu, mengambil korban jiwa hingga mencapai ratusan orang penumpang, hal tersebut yang sedang ditangani oleh Polda Sumut,” ujar Nainggolan.

Ia mengatakan, seperti diberitakan Antara, dengan dipanggilnya saksi ahli dalam bidang perkapalan itu, maka Polda Sumut dapat melaksanakan tugas penyidikan kasus kapal tersebut.

“Polda Sumut, segera melayangkan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Perhubungan Samosir, berinisial NS, yang telah ditetapkan tersangka kasus kapal tenggelam tersebut,” ucap mantan Kapolres Nia Selatan itu.

Sebelumnya, penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, telah melimpahkan kasus perkara tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun ke Kejaksaan Tinggi Sumut, Senin (2/7).

Perkara yang dilimpahkan itu, atas nama TS nakhoda KM Sinar Bangun, dan KN pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Samosir.

Selanjutnya, FP, pegawai negeri sipil Dishub Samosir, dan RD, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir. Keempat tersangka itu, saat ini masih ditahan di Polda Sumut.

Para tersangka itu dijerat melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUH Pidana dengan hukuman 10 tahun denda Rp 1,5 miliar.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar dan diduga kapal tersebut juga kelebihan muatan.

Hingga kini, tercatat 21 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan Indah Yunita Saragih (22) warga P.Sidamanik.

Sedangkan, 164 penumpang lainnyan dinyatakan hilang dan tidak dapat diangkut jasadnya dari Danau Toba dengan kedalaman 450 meter.

Kembali Dibuka

Pasca tragedi KM Sinar Bangun yang tenggelam membuat rute itu ditutup sampai 5 Juli 2018, dan sekarang telah kembali dibuka Jumat (6/7) kemarin. Kini, kapal feri dan kapal kayu kembali bisa mengangkut penumpang.

Pelayaran perdana KMP Sumut dan kapal penumpang kayu diberangkatkan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dari Pelabuhan Simanindo yang diawali acara kebaktian dan doa bersama. Bupati Rapidin Simbolon berharap, tragedi KM Sinar Bangun yang tenggelam pada 18 Juni 2018 menjadi kejadian yang terakhir kali di Danau Toba.

Dikutip dari Antara, Sabtu (6/7), dalam sambutannya dia berjanji de depan, setiap pelayaran di Danau Toba harus sesuai dengan standar operasional prosedur, seperti dilengkapi daftar manifes kapal, jaket pelampung, surat persetujuan berlayar dan pemeriksaan kelayakan kapal merupakan kebutuhan yang sangat mendasar.

Pengusaha kapal diwajibkan memberikan pelayanan yang maksimal kepada penumpang, dan harus membawa penumpang maksimal sesuai dengan daya angkut kapal sesuai dengan sertifikat.

“Jika tidak dipenuhi, maka pemerintah akan mencabut izin operasional kapal yang bersangkutan,” tegas Bupati.(INT/BEN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here