Polres Aceh Timur Ungkap Jaringan Sabu Internasional

Posted by on Aug 05, 2013 | Leave a Comment

Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir SIK SH (kiri) di dampingi Kasat Narkoba AKP Adi Sofyan SH MM memperlihatkan barang bukti 3,5 kg sabu bersama tersangka SA Bin MY.

Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir SIK SH (kiri) di dampingi Kasat Narkoba AKP Adi Sofyan SH MM memperlihatkan barang bukti 3,5
kg sabu bersama tersangka SA Bin MY.

Aceh Timur – Kpkpos  Jajaran satuan narkoba Polres Kabupaten Aceh Timur berhasil mengungkap jaringan sabu Internasional, Selasa. Satuan narkoba bersama petugasnya menyita 3,5 kg sabu senilai Rp3,5 milliar dari tersangka.

Tersangka berinisial SA Bin MY (41) kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Kabupaten Aceh Timur. Penangkapan tersangka di rumahnya yang berlantai dua di kawasan Desa Meudang Ara Bago, Kecamatan Nurussalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, berdasarkan Informasi masyarakat. Tersangka sudah lama dicurigai masyarakat dari gerak geriknya yang mencurigakan.

Polisi menduga SA adalah bandar sabu masih aktif dan memiliki jaringan hingga kebeberapa negara di Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Kapolres Kabupaten Aceh Timur AKBP Muhajir didampingi Kasat Narkoba AKP Adi Sopyan menjelaskan, pada saat akan ditangkap tersangka mencoba melawan untuk kabur.

Jajaran satuan narkoba sempat melepaskan tembakan peringatan. Dari penggerebekan pertama, petugas mendapat 1 ons sabu dan satu paket kecil sabu seberat 10 gram di meja tersangka.

Kapolres Aceh Timur menuturkan, setelah digeledah rumah tersangka yang kedua kali, akhirnya  petugas menemukan 6 ons di dalam rumah tersangka.

”Saat barang bukti tersebut bersama tersangka dibawa ke polres untuk dimintai keterangan lalu tersangka mengakui masih terdapat sabu di sekitar rumahnya dengan jumlah yang lebih besar. Sehingga petugas langsung melakukan penyisiran lagi,” ungkap Muhajir.

Dalam penyisiran itu sekira pukul 09:00 WIB, petugas menemukan sabu dalam bungkusan plastik minuman teh dengan bertulisan aksara China sebanyak 3 kantong, di mana 2 kantong masih tertutup rapi.

“Total barang bukti yang kita temukan itu 3,5 kg dengan harga ditaksir Rp3,5 milliar,” jelas AKBP Muhajir.

Tersangka mengaku, barang haram tersebut didapat dari temannya, pada Sabtu (27/7) di Kuala Tikus, di pesisir wilayah Kab Aceh Timur. Sabu yang disimpan dipasok dari Malaysia melalui perairan Selat Malaka.

”Tapi barang tersebut tidak tertutup kemungkinan berasal dari China atau Taiwan. Ini terlihat dari kantong plastik yang digunakan untuk sabu ini,” papar Muhajir.

Selain mengamankan tersangka bersama barang bukti, petugas juga menyita sejumlah barang bukti seperti timbangan, 2 unit handpone beserta uang tunai, dan dompet identitas pelaku seperti SIM, KTP. (BSO)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here