Polres Nisel Periksa PPS Pilgubsu Aramo

Posted by on May 14, 2018 | Leave a Comment

Adanya Dugaan Pemotongan Dana

Nias Selatan- KoranAntiKorupsi Sejumlah Ketua dan Anggota  Panitia Pemungutan Suara (PPS), dari 4 Desa Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan diperiksa sebagai saksi oleh Penyidik Polres Nisel terkait kasus dugaan pemotongan dana operasional dan honor mereka diduga dilakukan oleh oknum Bendahara Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilgubsu Tahun 2018 Kecamatan Aramo, sebesar Rp.5 juta setiap PPS.

Pantauan Wartawan di Mapolres Nisel, Senin, (7/5), terlihat 3 orang Ketua PPS kecamatan Aramo masing -masing Ketua PPS Desa Hilitotao, Saronasokhi Nduru, Ketua PPS Dao-dao, Orodugo Nduru, Ketua PPS Hiliadolowa, Kutipan Halawa, dan Anggota PPS Desa Hume, Erieli Dakhi sedang menjalani pemeriksaan di Ruang Tipikor Polres Nisel.

Ketua PPS Desa Hilitotao, Saronasokhi Ndruru saat dikonfirmasi usai diperiksa, mengakui jika ia dan sejumlah Ketua PPS dan Anggota PPS Aramo diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan pemotongan dana operasional dan honor mereka.

“Ya, benar diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemotongan dana operasional dan honor kami bulan nofember, desember tahun 2017 dan januari tahun 2018 yang dilakukan oleh oknum Bendahara Sekretariat PPK Pilgubsu Aramo berinisial TM sebesar Rp 5 juta tiap PPS se -Kecamatan Aramo,”paparnya. Dia berharap agar pihak Polres Nisel secepatnya memproses kasus ini hingga tuntas.

Sebelumnya, sejumlah anggota PPS dari Desa lain Kecamatan Aramo juga telah diperiksa terkait kasus itu.

Diketahui, oknum Bendahara Sekretariat PPK Pilgubsu, Kecamatan Aramo berinisial, TM diduga melakukan pemotongan dana operasional dan honor anggota PPS se-Kecamatan Aramo sebesar Rp. 5 juta dengan alasan, untuk biaya pembuatan  Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebesar Rp 3 juta, untuk jatah KPU Nisel Rp.1 juta dan untuk pembayaran pajak sebesar Rp.1 juta.

Akibat ulahnya itu, akhirnya dilaporkan  ke Polres Nisel oleh sejumlah anggota PPS dari 18 Desa se-Kecamatan Aramo.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Nisel, AKP Anthony Tarigan, ketika dikonfirmasi terkait kasus itu melalui pesan Whatsapp, Selasa, (8/5) mengatakan, masih pemsriksaan saksi-saksi dan belum menemukan alat bukti terkait pemotongan dana dimkasud.

“Masih kita periksa saksi-saksinya dan belum kita temukan alat-alat bukti terkait pemotongan dana tersebut, dan masih diupayakan untuk memenuhi alat buktinya,”kata Anthony singkat. (HAL)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here