Presiden PKS Akui Minta Dana ke Fathanah

Posted by on Sep 30, 2013 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos  Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengaku bekerja sama dengan Ahmad Fathanah, untuk meminta dana pemenangan Ilham Arief Sirajuddin, sebagai calon Gubernur yang diusung Partai Demokrat dalam Pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mengingat, Ilham berpasangan Azis Qahhar Mudzakkar, suara partainya tidak cukup, sehingga meminta bantuan para petinggi PKS, seperti Presiden PKS saat dipegang Pak Luthfi Hassan Ishaq dan Sekjennya Anis Matta.

“Peranan Ahmad Fathanah menjadi perantara (makelar) dalam pengusungan Ilham Arief Sirajuddin sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Selatan pada akhir 2012,” papar saksi Anis Matta saat bersaksi bagi Fathanah , terdakwa suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis pekan lalu.

Anis Matta juga membenarkan jika dalam permintaan dukungan, disinggung pendanaan serta mekanisme dukungan yang akan diberikan kepada Ilham dan Aziz.

“Kami mengenal Ilham dan pernah beberapa kali bertemu. Namun, saya tidak ingat jumlah pertemuannya dengan Ilham. Dalam pertemuan itu hanya meminta dukungan PKS untuk pencalonan sebagai Gubernur,” papar Anis Matta di depan majelis hakim yang diketuai Nawawi Pomolango.

Mengenakan kemeja batik warna ungu lengan panjang melanjutkan PKS menyerahkan mekanisme calon gubernur yang diusung partai itu kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS.

“Sesuai mekanisme kami, seluruh penentuan pemimpin daerah dari kabupaten hingga gubernurdiserahkan ke DPW, selanjutnyaDPW mengajukan suratkepada DPP (Dewan PimpinanPusat) untuk disahkan,” papar orang nomor satu di PKS.

Namun, Anis tidak mengakui mekanisme yang dimaksud itu, juga termasuk pemberian uang senilai Rp 8 miliar. “Jadi tidak termasuk pemberian dana, karena itu masuk dalam perkara teknis. Mekanisme pengambilankeputusan saja yang kami cek, jadi apakah musyarawah di sana sesuai prosedur. SK (surat keputusan) dikeluarkan olehDPP PKS berdasarkan rekomendasi DPW. Uang itu teknis, kami di PPD tidak tahu hal tersebut,” bantahnya serius.

Majelis hakim menanyakan apakah saksi Anis Matta kenal cagub Ilham? “Saya kenal secara langsung karena istri saya dan Ilham masih hubungan saudara,” jawabnya. Namun kenapa saksi menyuruh Fathanah untuk meminta dana? Saksi Anis Matta hanya cengar cengir.

Jaksa KPK sempat memperdengarkan hasil penyadapan pembicaraan Anis Matta dan Fathanah. Pada pembicaraan, Anis meminta kepada Ilham menyediakan dana Rp 300 jutauntuk menyewa lembaga survei guna mengadakan hitung cepat (quick count) pada pilkada itu.

Hasilnya, Ilham dan pasangannya Aziz gagal terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Baik Anis maupun Fathanah membenarkan isi pembicaraan itu.

“Namun pembicaraan bukan berkaitan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. Isinya tentangbiaya penyelenggaraan surveiterkait pemilihan kepala daerahitu,” bantah mantan Wakil Ketua DPR. Hakim Nawawi Pomolango sempat menegur Anis Matta untuk berbicara jujur.

Hal tersebut terjadi saat majelis hakim merasa Anis tidak memberi keterangan sebenar-benarnya tentang danayangdisetorIlham kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan.

“Tadi jaksa penuntut umum menyampaikan saksi Wali Kota Makassar memberi tahu pertemuandi Makassar dan segala sesuatunya diurus oleh Fathanah. Anda beri jawaban yang jujur, apa perantara ini termasuk dari segipembiayaan untuk mendapatdukungan dari PKS? Apakah istilah perantara yang digunakan meliputi pembiayaan?,” ucap Nawawi.

Dalam persidangan sebelumnya, Ilham mengaku meminta dukungan PKS. Dan yang menjadi perantara adalah Fathanah karena dekat dengan Luthfi Hasan Ishaaq dan Anis Matta.

Meski begitu, Ilham mengaku tidak mengetahui posisi Fathanah di kepengurusan PKS. “Fathanah yang memfasilitasinya untuk bertemu dengan para petinggi PKS, seperti Luthfi dan Anis.Dewan Pimpinan Pusat (DPP PKS) menyampaikan khusus urusan Sulsel komunikasi dengan Ahmad Fathanah,” kata dia.

Dalam pembicaraan selanjutnya, Fathanah meminta uang Rp 10 miliar untuk mendapat rekomendasi dukungan PKS dalam Pilgub Sulawesi Selatan. Namun, disanggupi Ilham Arief hanya Rp 8 miliar. Uang ini diserahkan Ilham Arief ke Fathanah secara bertahap dengan cara tunai dan transfer untuk diteruskan ke DPW PKS.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here