Proses Lelang Menyalah, Pembangunan Asal Jadi

Posted by on Feb 05, 2018 | Leave a Comment

Pembangunan Kantor BPKAD Labuhan Batu

lelangRantauprapat – Kpkpos Proyek pembangunan gedung kantor Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Labuhanbatu sepertinya asal jadi, ini terlihat salah satunya dari kedalaman cor tiang utama yang tidak sesuai dengan bestek sehingga dikhawatirkan ketahanan gedung tidak akan kokoh, bahkan sebelumnya dalam proses lelang sepertinya juga tidak sesuai dengan aturan.

Tidak sesuainya dengan aturan dalam proses lelang dikarenakan dalam Lembaran Dokumen Pengadaan (LDP), proyek pembangunan BPKAD Labuhanbatu No.0551/ULP/P.V/2017 tanggal 25 Agustus 2017 tidak melampirkan jumlah nominal jaminan penawaran dan tidak mencantumkan masa berlaku jaminan penawaran sehingga tidak sesuai dengan Perpres No 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah beserta perubahannya.

Keanehan ini juga dirasakan para peserta tender sehingga Direktur PT Putra Gamak, Buyung salah satu peserta tender melayangkan sanggahan, namun pihak ULP seperti menampikkannya karena terlihat tidak ada jawaban hingga berakhirnya proses tender.

Kepada media ini Buyung mengakui hal tersebut, bahkan menegaskan seharusnya ULP Pemkab Labuhanbatu melakukan tender ulang terhadap proyek tersebut.

“Dalam proses tender proyek pembangunan BPKAD Labuhanbatu banyak ditemukan menyalahi aturan. Ada apa di ULP Pemkab Labuhanbatu ?,” sebut Buyung yang juga pelaksana proyek lanjutan pembangunan kantor Bupati Labuhanbatu mengerutkan dahinya bingung.

Sementara itu Kepala ULP Pemkab Labuhanbatu, Supriono saat ditemui dikediamannya beberapa waktu lalu guna meminta penjelasan, tidak mampu untuk memberikan keterangan.

Pantauan wartawan seputar pembangunan proyek yang sedang berlangsung memang sepertinya terlihat teknik pengecoran fondasinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau menyalahi bestek. Hal ini dikarenakan, rekanan pelaksana pekerjaan tidak mau mengikuti struktur tanah yang miring. Sehingga membuat fondasi cor pemegang tiang utama sebagian terlihat dicor diatas tanah yang menjadi areal tempat pembangunan kantor BPKAD tersebut.

Dari keterangan pekerja di lokasi tersebut kepada wartawan menyebutkan bahwa cor fondasi tiang utama belakang kantor kedalamannya hanya 1 meter, sedangkan depan 1,5 meter.

“Karena tanahnya miring pak, maka coran tiang utama belakang kantor terlihat, di depan digali 1,5 meter dibelakang 1 meter,¬† makanya corannya terlihat pak,” sebut seorang pekerja.

Informasi yang didapat, proyek senilai Rp4.388.500.000, yang dikerjakan oleh PT Mitra Cendana Construction dan bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2017 itu disebut sebut milik Ketua Koni Labuhanbatu Ali Akbar.

“Pak Ali Akbar, tiap sore datangnya pak melihat proyek ini bersama temannya,” tutur seorang pekerja disana lagi.

Akibat proyek tersebut dikerjakan asal jadi, beberapa pekerja proyek itu juga meyakini ketahanan pembangunan kantor BPKAD Pemkab Labuhanbatu itu tidak akan bertahan lama. Dalam waktu dekat kondisi dinding bangunan diyakini akan retak-retak dan rentan roboh. Kondisi itu menimbulkan asumsi  aroma korupsi sangat kuat dalam proyek tersebut. (hah)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here