Proyek Air Minum Kota Dumai Rp.223 Miliar Mangkrak

Posted by on May 14, 2018 | Leave a Comment

Dumai – KoranAntiKorupsi  Memasuki tahun ketiga masa jabatan Walikota Dumai Zulkifli AS dan Wakil Walikota Eko Suharjo baru-baru ini kembali di sorot, terkait janji politik pasangan kepala daerah kota Dumai tersebut yang menjanjikan bahwa proyek air minum kota Dumai dijadikan skala prioritas, dengan harapan proyek air minum tersebut tahun ini akan terealisasiTernyata hanya sebatas retorika atau “angin sorga” hingga saat ini Air minum yang didambakan warga Dumai belum terwujud.

Warga Dumai kecewa proyek air minum saat ini dalam kondisi mangkrak, sehingga kinerja pasangan Zul AS dan Eko Suharjo di cap “raport merah”, disampaikan 2 mahasiswa dengan membentangkan spanduk pada saat Sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Dumai ke-19 tanggal 27 April 2018 lalu yang digelar di Gedung DPRD Kota Dumai Jl. Perwira Dumai.

Terkait mangkraknya proyek air minum kota Dumai disikapi Syaiful Sekretaris Umum Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Provinsi Riau ketika ditemui belum lama ini mengatakan pembangunan infrastruktur air minum kota Dumai ditetapkan melalui Perda Nomor 24 Tahun 2007 dilaksanakan dengan sistim tahun Jamak 2008-2011 sumber dana APBD Dumai dengan pagu anggaran Rp.233.921.108.450,00. ujarnya

Menurut Syaiful proyek Air Minum tersebut dalam pelaksanaannya terindikasi merugikan keuangan daerah, karenanya Kejaksaan Agung RI menurunkan Tim  Satuan Tugas (Satgas) yang di pimpin Moch Eko Joko Purnomo SH beranggotakan 4 (empat) orang ditugaskan ke Dumai November 2016 silam, untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Air minum kota Dumai warga Dumai berharap agar penyelidikan proyek Air minum kota Dumai tersebut dapat terungkap, namun hingga saat ini permintaan keterangan oleh Tim Kejaksaan Agung tersebut terkatung-katung, juga menjadi sorotan publik.
Sebab hasil pemeriksaan permintaan keterangan oleh Tim Satgas Kejagung Muda terhadap sejumlah pejabat Pemko Dumai berdasarkan Surat Perintah Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print-84/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 08 November 2016 tentang Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Proyek Kegiatan Jaringan Air Bersih/Air minum di Kota Dumai Tahun Anggaran 2008 sampai dengan Tahun Anggaran 2011 hingga saat ini belum ada satupun pejabat terjerat hukum, wajar warga mengkritik kinerja Zul AS dan Eko Suharjo dan Tim Kejaksaan Agung yang melakukan penyelidikan terkait proyek Air minum kota Dumai terang Syaiful.

Permintaan keterangan oleh Tim Satgas Kejaksaan Agung Muda Tindak Pidana Khusus dipimpin Moch Eko Joko Purnomo SH didampingi Mogot Bukara SH, Yopi Suhanda SH, Suwoko Hadi SH, Suwanto SH terhadap sejumlah pejabat Pemko Dumai dilakukan di Gedung Adhiyaksa Kejaksaan Negeri Dumai Jl. SS. Kasim diruang expose Kejaksaan Negeri Dumai berlangsung selama 3 (tiga) hari.

Permintaan keterangan dilakukan terhadap Konsultan Perencanaan pada proyek Pengadaan dan Pemasangan Pipa Distribusi, Sekunder Tresier dan Sambungan Rumah (Paket-II), .Kepala Biro Hukum Pemerintah Kota Dumai, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, Kuasa Pengguna Anggaran Proyek Pengadaan dan Pemasangan Pipa Distribusi dan Tresier dan Sambungan Rumah (Paket II),  Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Pengadaan Pipa Distribusi, Sekunder, Tresier dan Sambungan Rumah (Paket II), Panitia Lelang proyek Pengadaan dan Pemasangan Pipa Distribusi, Tresier, Sekunder dan Sambungan Rumah  (Paket II), Panitia Pengadaan Barang/Jasa proyek Pengadaan dan Pemasangan Pipa Distribusi, Sekunder, Tresier dan Sambungan Rumah (Paket II).
Mestinya Tim Kejaksaan Agung setelah melakukan permintaan keterangan terkait dalam proyek Air minum kota Dumai dilanjutkan dengan melakukan invetigasi kelapangan, agar kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut menjadi terang menderang namun hal tersebut kabarnya tidak dilakukan.

Moch Eko Joko Purnomo selaku ketua Tim Satgas Kejagung Muda Tipikor yang ditugaskan ke Dumai ketika dikonfirmasi baru-baru ini melalui hubungan seluler Hp. 0819323271XX tidak menjawab,kemudian diupayakan konfirmasi melalui pesan singkat terkait permintaan keterangan terhadap sejumlah pejabat Pemko Dumai hingga, tetap tak memberi jawaban.

Proyek air bersih kota Dumai yang bersumber dari dana APBD murni Kota Dumai pelaksanaannya dilakukan dengan sistim tahun jamak 2008-2011 pagu anggaran Rp.233 miliar lebih, setelah dilelang, menjadi Rp.223 miliar, sebagai pelaksana perusahaan BUMN yakni PT. Nindya Karya, PT.  Adhy Karya, PT. Waskita Karya realisasi dari pelaksanaan proyek air bersih tersebut, seperti yang disampaikan Wako Dumai Zulkifli AS dalam setiap kesempatan disebutkan bahwa progress dari pekerjaaan proyek air bersih TA 2008-2011 diperkirakan 70 %, artinya dana APBD yang terserap untuk proyek Air bersih diperkirakan Rp.156 miliar, masih ada sisa dana proyek air minum tersebut.  (S Purba)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here