Proyek Rp 9,1 M Tak Selesai, Rekanan Minta Tandatangan Ratusan Warga Perpanjang Kontrak

Posted by on Feb 11, 2019 | Leave a Comment

Asahan – KoranAntiKorupsi Proyek penimbunan ruas jalan Provinsi di Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjungbalai Asahan tak selesai. Rekanan minta tandatangan ratusan warga untuk perpanjang kontrak.

Padahal proyek asal dana APBD Sumut tahun anggaran 2018 senilai Rp 9,1 M itu sudah dimulai sejak Juli 2018 lalu, namun setelah melewati masa kerja 150 hari, penimbunan jalan berupa Urpil tak selesai sampai saat ini.

Pantauan, Rabu (6/2) 2 alat berat yang ada di lokasi proyek tidak beraktivitas meratakan tanah yang didatangkan dari luar, sehingga Urpil masih menumpuk di bahu jalan. Padahal kondisi jalan sudah kering, dan mudah dilewati truk.

Ironis tembok penahan tanah yang baru selesai dikerjakan sepanjang 3 Km plus itu, banyak yang amblas dan retak akibat dorongan Buldozer yang meratakan tanah timbun.

Idham (45) warga Dusun 6 Desa itu mengatakan, rekanan penyedia jasa PT Erika Mila Bersama Kisaran, sebagai pelaksana proyek, pada Desember 2018 lalu mendatangi rumah warga untuk meminta tandatangan warga di sini, untuk menyatakan warga di sini keberatan kalau Dinas Bina Marga Sumut memutus kontrak dengan rekanan.

Menurut Idham, pelaksana proyek telah memanfaatkan tanda tangan ratusan warga Desa Pematang Sei Baru untuk melanjutkan pengerjaan proyek itu meskipun sudah habis kontrak.

Ratusan warga di Desa ini bersedia menandatangani, asalkan penimbunan jalan dilanjutkan, daripada terbengkalai. “Kami susah melewati jalan itu,” kata Idham.

Ka UPT Dinas Bina Marga Kota Tanjungbalai A Lubis dihubungi via selular, Kamis (7/2) mengakui kontraknya diperpanjang atau diluncurkan.

Sekarang jalan tersebut sudah mulus, mudah dilewati kendaraan roda 6, kata Lubis.(IN/BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here