Proyek Rp2,9 Miliar di Gunungsitoli Diduga Tanpa Ikat Kontrak

Posted by on Jun 11, 2018 | Leave a Comment

GunungSitoli -KoranAntiKorupsi Penggiat LSM menyampaikan protes kepada Pemko Gunungsitoli melalui Dinas PUPR menyusul dugaan pembangunan jalan ruas Foa-Samasi-Desa Tuhegeo Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dengan Pagu Rp 2.970.000.000 APBD TA 2018 tanpa diikat kontrak, Rabu (6/6).

Siswanto dan Irwanto, penggiat LSM menyampaikan surat protes dan klarifikasi agar Pemko segera menghentikan kegiatan itu.

“Sesuai penelusuran di lapangan, pekerjaan diduga telah dimulai sejak Maret lalu, kini progres mencapai 40 % ditambah bangunan pendukung parit dan tembok penahan,” kata mereka sembari menerangkan Pemko disinyalir melakukan KKN serta melanggar Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Barang dan Jasa.

Mereka pun meminta agar Pemko melalui PUPR segera menghentikan kegiatan serta mempertanggungjawabkan pembangunan yang telah terlanjur dilaksanakan.

Sementara Kadis PUPR Pemko Gunungsitoli Ampelius Nazara melalui Sekdis Edison Gea membenarkan ada pekerjaan proyek pada ruas jalan Foa-Samasi-Desa Tuhegeoafia Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, namun membantah proyek PUPR. “Kami juga tidak tau siapa rekanan yang mengerjakan,” kilahnya.

“Memang tahun ini ada program PUPR membangun ruas jalan dilokasi yang sama dengan pagu Rp 2 milliar lebih, namun belum ada rekomendasi pengerjaannya karena masih proses lelang,” katanya sembari menjelaskan, jika ada mendahului pengerjaan tanpa kontrak itu bukan tanggung jawab PUPR.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada sekretariat Pemko, Fraser Napitupulu yang ditemui di kantornya mengatakan, paket di Foa-Samasi memang baru dilelang, namun telah dibatalkan dua hari lalu karena perusahaan yang mengikuti tender tidak memenuhi prosedur. Fraser tidak menjelaskan detail prosedur dimaksud. “Dibatalkan bukan karena laporan LSM,” jelasnya.(MOC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here