PT.PLN Ranting Helvetia Medan Akan Digugat

Posted by on May 19, 2014 | Leave a Comment

Terkait Denda Listrik Prabayar

Kantor PLN Ranting Helvetia

Kantor PLN Ranting Helvetia

Medan-  Kpkpos BT.Simorangkir (76) warga Perumnas Helvetia berencana akan menggugat PT.PLN (Persero) Ranting Helvetia. Pasalnya, pada Senin (12/5) saat Simorangkir hendak membeli pulsa listrik prabayar, sesampainya di loket penjualan pulsa di kantor PLN itu kaget karena listriknya dinyatakan di blokir oleh pihak PLN.

Saat ditanya kenapa bisa diblokir, pegawai PLN tersebut menyatakan bahwa dia belum membayar denda, tentu saja BT Simorangkir heran karena selama ini dia tidak pernah bermasalah apalagi sudah setahun dia mempergunakan listrik prabayar dirumahnya, dan ketika ditanya berapa dendanya, petugas PLN tersebut meminta bayaran sebesar Rp.5000 untuk biaya membuka file.

Karena hanya membawa uang pas-pasan untuk membeli pulsa akhirnya ibu 3 orang anak itu pulang kerumah dan menyuruhnya ke kantor PLN untuk mempertanyakan tentang denda itu. Demikian diungkap Tendi Sinaga salah seorang anak dari BT Simorangkir Kepada KPKPos dikantor PLN Jalan Kemuning Raya Blok V Helvetia Medan.

Lebih lanjut Tendi menceritakan, sesampainya dikantor PLN ranting Helvetia salah seorang staf menyuruhnya untuk membayar biaya buka file agar dia bisa menjelaskan secara rinci berapa dendanya.

Dengan rasa penasaran dan sedikit kesal, Ia pun mengikuti anjuran staf itu.Setelah biaya membuka file sebesar Rp5.000 dibayarkan, dengan No.Registrasi 1201170000016 ternyata denda yang harus dibayarkan pelanggan atas nama Perumnas sebesar Rp76.743.

Tidak puas dengan jawaban staf yang tidak mau menyebutkan namanya itu, Sinaga menghubungi adiknya untuk mengajukan keberatan atas denda sebesar Rp76.743, ditambah lagi nama pelanggan bukan nama ibunya langsung,

Kemudian kedua kakak adik itu meminta kepada staf pegawai agar dihadapkan pada pimpinan dan setelah menunggu hampir 15 menit, Sinaga dan adiknya di persilahkan masuk ke ruangan pimpinan PLN cabang Helvetia.

Setelah saling berjabat tangan, pimpinan cabang PLN itu mempertanyakan maksud dan tujuan Sinaga dan adiknya. “Maaf, pak..saya mau mempertanyakan masalah denda listrik ini. Kenapa tiba-tiba denda padahal pemasangan listrik prabayar dirumah saya sudah berjalan setahun”? tanya mereka sambil menunjukkan secarik kertas yang bertuliskan denda Rp76.734 dan biaya buka file sebesar Rp5000 yang ditulis staf tadi.

Dengan entengnya pimpinan tersebut hanya mengucapkan “Ooo…kecilnya, saya kira besar kali biaya denda yang harus di bayar”, mendengar hal ini kedua kakak beradik tersebut kesal dan mengatakan “Bagi bapak biaya ini kecil tapi bagi kami biaya ini sudah besar. Dan coba bapak hitung jika semua pelanggan PLN di kenakan biaya denda sebesar itu,” ucap mereka ketus.

“Ini bukan denda tapi ini biaya peralihan dari listrik pasca bayar ke prabayar. Semua pelanggan sudah dikenakan dan sudah membayar pada saat pemasangan listrik prabayar”, katanya berdalih.

“Oo, begitu ya pak…Berarti pegawai PLN tidak profesional dalam bekerja karena setelah setahun biaya peralihan itu baru kami ketahui. Selama ini sewaktu PLN bekerja sama dengan Indomaret dan Alfamart dalam penjualan pulsa listrik kenapa tidak pernah bermasalah. Kenapa setelah penjualan pulsa listrik diambil alih oleh PLN jadi timbul masalah denda..? tanya kedua kakak beradik itu.

“Justru PLN mengambil alih untuk menghindari masalah dan sebagai bentuk tanggungjawab kami pihak pengelola listrik di Indonesia”, ujarnya sedikit angkuh.

“Suka atau tidak denda ini harus dibayarkan”, katanya lagi.

“Baik pak, sebagai warga negara yang baik kami akan bayarkan denda ini tapi kami akan memperpanjang masalah ini karena PLN semena-mena memberlakukan denda tanpa pemberitahuan kepada pelanggan,” ucap Sinaga.

“Silahkan kalau anda ingin memperpanjangnya karena anda akan berhadapan dengan PLN milik negara”, ucap pimpinan itu dengan arogan.

Setelah selesai berbicara, pada saat kedua kakak beradik itu mempertanyakan nama si pejabat PLN cabang Helvetia itu dia hanya menjawab,” silahkan anda lihat di papan itu”, jawabnya ketus.

Karena merasa tidak puas dengan jawaban dari pimpinan PLN Cabang, kedua kakak beradik itu akan menggugat PT.PLN ranting Helvetia, apalagi sejak bulan April 2014, pembelian pulsa telah diambil alih PT.PLN.

Selama ini mereka membeli pulsa listrik sebesar Rp50.000 di Indomart dan bisa digunakan sampai 10 hari tapi setelah memasuki bulan April 2014 pembelian pulsa harus dikantor PLN dan pulsa Rp50.000 hanya bertahan sampai 1 minggu. (FeR)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here