Puluhan Kotak Suara Ditemukan Tidak Bersegel dan Dibuka Paksa

Posted by on Apr 14, 2014 | Leave a Comment

Kecurangan Pemilu Terjadi di Desa Tanjungmorawa-B

kecurangan-pemiluTanjung Morawa- Kpkpos Penyelenggaraan Pemilu Legeslatif yang diselenggarakan serentak se-Indonesia pada Rabu 9 Juli 2014 lalu, ternoda dimana di Desa Tanjung Morawa-B, Kec.Tg.Morawa, Kab.Deli Serdang ditemukan adanya puluhan kotak suara tanpa disegel bahkan ada kotak suara yang dibuka paksa oleh pihak tertentu.

Hal ini diketahui langsung oleh wartawan KPK Pos ketika mendapat informasi dari salah satu sumber yang kemudian langsung mendatangi kantor Desa Tanjung Morawa-B pada Kamis (10/04) sekira pukul 01.05 Wib dini hari sekaligus mengabadikan kejadian tersebut.

Kotak suara yang dikumpulkan dari 36 TPS usai pencoblosan yang ada di Desa Tanjung Morawa-B diketahui tiba di perkarangan kantor Desa sebelum tengah malam itu terlihat bukan lagi seperti kotak yang dijaga kerahasiaannya sebab banyak kotak suara pada bagian atasnya tidak bersegel dan bahkan ada lebih dari 3 kotak suara sepertinya dibuka paksa oleh pihak KPPS.

Ironinya keadaan tersebut terkesan dibiarkan pihak Panwaslu, KPU dan aparat pemerintahan Desa yang saat itu masih berada di kantor Desa dengan tidak memperdulikannya, bahkan ada pula seseorang berada di sudut perkarangan kantor desa terlihat sedang membuka sejumlah kotak suara yang telah digembok dengan begitu leluasanya tanpa adanya pengawasan.

Melihat kejadian itu KPKpos pun mendatangi anggota Panwaslu yang berada didekat lokasi tersebut dan menyampaikan kejadian tersebut, namun mereka tidak menggubriskan penyampaian tersebut dan hanya diam, tentu saja hal ini menjadi pertanyaan. Kesal tidak mendapat respon, KPKPos mencoba menghubungi salah satu caleg dan tak lama Ia pun datang dan mempertanyakan hal tersebut.

Salah seorang KPPS kepada caleg tersebut berdalih dengan mengatakan alasan dibukanya kotak suara tersebut karena ada logo hologram C1 yang asli tertinggal didalam kotak suara yang seharusnya berada di luar.

Insiden ini sempat dilaporkan kepada petugas kepolisian yang melintas, kemudian 3 personil polisi pun turut meninjau lokasi dan sempat memarahi anggota KPPS, namun selanjutnya entah bagaimana situasi menjadi reda dan 3 personil Polisi tersebut tidak melanjuti prosesnya.

Salah seorang anggota Panwaslu yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada KPKPos mengakui bahwa kasus ini sebenarnya telah dilaporkannya kepada Zulkarnain selaku ketua panwaslu Kecamatan atas kejadian tersebut, namun Zulkarnain tidak memperdulikan laporannya bahkan Zulkarnain malah memerintahkan dirinya untuk kembali saja ke kantor Panwaslu.

Ketua Panwaslu Kecamatan Tanjung Morawa, Zulkarnain H.D,SH saat dihubungi KPK Pos sore harinya mengakui tidak tahu kejadian tersebut dan menambahkan “kalau begitu pihak yang mengetahui agar segera saja membuat laporan ke panwaslu,” elaknya.

Ditempat terpisah Kepala Desa Tg.Morawa-B H.Fauji ketika dihubungi KPK Pos mengatakan hal yang sama, “saya saja baru tahu ini, karena malam itu saya tidak ada di kantor desa, kalau begitu berarti memang rawan sekali, kalian usut saja sampai tuntas”, kata Fauji.

Dari sumber berbeda juga membeberkan bahwa di kantor Desa Tg.Morawa-B malam itu juga ada terlihat beberapa saksi dari beberapa Caleg disuruh mengisi sendiri lembaran C1, dan sore hari sebelumnya sejumlah saksi juga ada disuruh isi formulir C1 di TPS.

Kejadian Serupa

Informasi yang dihimpun KPK Pos, Kejadian serupa juga terjadi di Desa Dalu Sepuluh-B Kec.Tanjung Morawa, tepatnya juga pada malam yang sama sekira pukul 01.00Wib dini hari, sejumlah kotak suara terlihat tanpa disegel dan dibuka pihak kPPS, bahkan Kapolres AKBP Dicky Patria Negara bersama dua personilnya ikut mendatangi kantor Desa Dalu Sepuluh-B bersama ketua Panwaslu, dan tim PPK Tanjung Morawa, namun hal itu juga selesai begitu saja tanpa ada proses lanjut. (DIZ)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here