Radikalisme di Kampus Ancam NKRI

Posted by on May 08, 2017 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Kampus kini menjadi sasaran pengembangbiakan paham-paham dan ideologi radikal. Jika dibiarkan, hal itu akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan,  ada kecendrungan kampus sekarang menjadi sasaran dari suatu pembinaan (ideologi radikal). ”Saya anggap sebagai bagian dari ancaman baru bagi Indonesia,” ujar Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis.

Wiranto mengatakan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap kelompok dan organisasi massa (ormas) yang mencoba menyelewengkan atau bahkan berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

Pancasila sebagai ideologi negara fundamental dalam menjaga keberlangsungan NKRI dan tidak perlu diganggu-gugat.

“Karena itu, ketika ada suatu masukan lain di kampus yang mencoba untuk membelokkan atau mengganggu atau katakanlah mencoba untuk meng-compare ideologi negara ini dengan ideologi yang lain, yang merupakan alternatif, ini yang kita cegah, enggak bisa,” katanya.

Wiranto mengatakan para pejabat perguruan tinggi yang menjadi ancaman terhadap Pancasila sebagai persoalan bersama. Ia juga berharap kepada petinggi kampus melarang berkembangnya kelompok anti-Pancasila di kampus dan membangun kehidupan kampus yang penuh dengan pembinaan masalah kebangsaan.

Mantan Ketua Umum Hanura ini pun mengakui saat ini pemerintah terus mengkaji organisasi masyarakat yang ideologinya cenderung berlawanan dengan Pancasila, termasuk di antaranya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hasil kajian itu akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam membubarkan organisasi-organisasi tersebut.

Di beberapa daerah, Rektor UIN Lampung Mohammad Mukri mengancam akan membekukan UKM yang terbukti menyebarkan paham anti-Pancasila. “Sejak dulu saya sangat concern tentang ini, salah satu UKM (Seni Budaya Islam) tahun lalu saya bekukan karena terbukti melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan keislaman,” ujar Mukri di Kampus UIN Lampung.

Di Bandung, Wakil Rektor Universitas Padjadjaran Bandung Arry Bainus mengatakan elite penggerak paham radikalisme banyak yang mengenyam pendidikan tinggi. Tokoh ekstremis dan radikalisme yang muncul saat ini merupakan kaum terpelajar, bahkan dari universitas terkemuka.

Namun, dia memastikan kondisi ini tidak terjadi di Unpad. Sebagai kampus yang memiliki mahasiswa dari berbagai kalangan, paham radikalisme di Unpad akan sulit berkembang. (MI/BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here