Rakyat Sejahtera Pancasila Pasti (Bisa) Terlaksana

Posted by on Jun 11, 2018 | Leave a Comment

Terbentuknya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menunjukan semangat Presiden Jokowi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman terhadap ideologi Pancasila perlu diapresiasi namun sayangnya pembentukan ini akhirnya menjadi kontroversi dikarenakan penetapan gaji yang tinggi terhadap fungsionaris yang dihunjuk dirasa mencederai rasa keadilan disaat kondisi keuangan negara yang sedang lemah.

Bayangkan untuk seorang Ketua Dewan Pengarah BPIP yang dijabat Megawati Soekarnoputri menerima gaji dan fasilitas senilai Rp 112,55 juta per bulan. Sedangkan anggota dewan pengarah, yang diisi sejumlah tokoh nasional, mendapat Rp 100,81 juta. Adapun Kepala BPIP Yudi Latif memperoleh Rp 76,5 juta sehingga diperhitungkan pertahunnya menelan anggaran negara yang tidak sedikit disaat hutang negara semakin membengkak dan lapangan kerja dirasa sangat sulit.

Padahal sebelum sebelumnya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) selalu gencar mengadakan acara sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang sebelumnya dicetus oleh mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang isinya salahsatunya tentang pengertian Pancasila dimana Pancasila sebagai pilar bagi negara-bangsa Indonesia.

Dengan pengeluaran biaya yang tidak kecil untuk para fungsionaris BPIP, sementara output yang diharapkan juga masih belum terang benderang tentu saja dirasa sangat disayangkan. Apalagi menurut Mahfud MD salah satu fungsionaris BPIP mengatakan karena adanya hasil survei menyebut 9 persen rakyat Indonesia tidak setuju dengan ideologi Pancasila sehingga perlu dibentuk BPIP karena dikhawatirkan dapat merusak negara ini, terkesan janggal dengan nilai yang relatif sangat kecil, walau dijelaskan beliau jika mereka ini berkoar di medsos maka akan menjadi sebuah ancaman.

Sebenarnya pengamalan Pancasila yang terdiri dari lima sila tersebut secara tidak langsung sudah (hampir) terlaksana di kehidupan masyakarat Indonesia namun karena beberapa faktor membuatnya seperti tidak bernyawa dan terkesan terkesampingkan seperti diantaranya taraf kehidupan yang sangat timpang dan belum sejahteranya masyarakat tersebut atau keadilan yang masih belum dirasa seutuhnya.

Sebenarnya pengamalan Pancasila seharusnya terlebih dahulu ada pada pemimpin bangsa dalam hal ini bukan saja pada pemimpin negara tetapi seluruh pemimpin yang ada, mulai dari legislatif sebagai pembuat kebijakan, peraturan, dan undang-undang,  eksekutif pelaksana kebijakan, peraturan, dan undang-undang serta yudikatif sebagai pengawas dan mengadili atas pelanggaran undang-undang.

Jika para pemimpin bangsa ini bersinergi dengan tulus dalam melaksanakannya tanpa ada unsur sesuatu alias benar-benar melaksanakannya untuk kepentingan rakyat sepenuhnya bukan untuk kepentingan kelompok tertentu dalam kata lain melaksanakan dengan sesungguhnya sesuai dengan pembukaan UUD 1945 “… yang melindungi  segenap  bangsa  Indonesia  dan  seluruh  tumpah  darah  Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan  ketertiban  dunia  yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan  sosial..” dipastikan pelaksanaan kelima sila akan terlaksana dengan baik.

Hal ini didasari tingkat kemakmuran dan kesejateraan masyakat Indonesia meningkat karena pengelolaan negara untuk kemakmuran rakyat benar-benar terlaksana, ketimpangan hidup tidak tajam, hukum benar-benar tegak dan bukan untuk kepentingan pribadi, pengelolaan pendapatan negara melalui pajak benar-benar tepat sasaran untuk kepentingan kemakmuran rakyat, kebijakan-kebijakan yang dibuat juga demi kepentingan rakyat, rakyat jelas dan mengerti dikemanakan dan dibuat apa uang pendapatan negara dan lain sebagainya yang pasti semuanya untuk kepentingan rakyat banyak.

Walau pelaksaan itu tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan namun kalau ada niat yang tulus dari seluruh pemimpin Indonesia dengan lebih utama meyakinkan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang merupakan sila utama guna menerangi cita–cita bangsa serta sila yang lainnya, niscaya Tuhan sang pencipta akan menolong seluruh para pemimpin Indonesia untuk melaksanakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Karena Tuhan tidak tidur.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here