Rekapitulasi Penghitungan Suara KPU Sumut Tuai Protes

Posted by on Jul 16, 2018 | Leave a Comment

KPUMedan – KoranAntiKorupsi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menggelar rapat pleno terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Provinsi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018. Rapat berlangsung di Hotel Le Polonia Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Minggu (8/7/). Satu per satu dari 33 KPU kabupaten dan kota memaparkan hasil penghitungan suara disaksikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut.

Rapat yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 12.00 malam itu berlangsung penuh dengan bermacam protes dari saksi paslon nomor urut 2.

Pasalnya menurut mereka banyak keganjalan-keganjalan yang terjadi pada saat rapat pleno terbuka  berlangsung. Hasil rekap yang diberikan KPU Sumut tidak sesuai dengan hasil yang dibacakan KPU dari beberapa daerah. “Kami punya salinan hasil rekapitulasi yang diberikan oleh KPU Sumut, namun kenapa salinan hasil rekapitulasi yang ada sama kami ini tidak sesuai dengan yang dibacakan oleh KPU Kabupaten Asahan dan KPU Kabupaten Batubara,”tanya Dame Hara Lumban Tobing,” saksi dari paslon nomor urut 2.

Hal ini terlihat di Kabupaten Asahan dan Batubara dimana telah terjadi kesalahan dalam penghitungan surat suara yang dicetak dengan yang didistribusikan sehinggah hal ini menuai protes dari saksi paslon nomor urut 2 yang di Kabupaten tersebut kalah telah dengan perolehan suara untuk Paslon nomor urut 1 Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah di Kabupaten Asahan 224950 suara dan di Kabupaten Batubara mencapai 124911. Sementara suara paslon nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus di Kabupaten Asahan hanya memperoleh suara 74333 dan di Kabupaten Batubara 49252 suara.

Protesan ini seakan mendapat dukungan dari pihak Bawaslu Sumut dimana Bawaslu Sumut sempat memberikan perhatian khusus terhadap hasil penghitungan suara yang dipaparkan dua KPU kabupaten dan kota. Yakni KPU Padangsidempuan dan KPU Tapanuli Utara.

Untuk di Padangsidempuan, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mempertanyakan soal kekurangan 35 surat suara. Sedangkan di Tapanuli Utara, Syafrida mencermati adanya perbedaan jumlah DPT Pilgub Sumut yang dipaparkan.

“Selain Pilgub, delapan kabupaten dan kota juga menggelar Pilkada. Seyogyanya jumlah DPT sama,” kata Syafrida saat ditemui pada sela-sela rapat.

Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi suara Pilgubsu 2018, pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (Eramas)meraih 3.291.137 suara atau 57,57%. Sedangkan rivalnya Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus memperoleh 2.424.960 suara atau 42,42%. Dengan fakta ini, maka Eramas tampil sebagai pemenang. Bahkan, kecil kemungkinan jika tim DJOSS mengugat ke MK bakal diterima. Soalnya, selisih suara Eramas dengan DJOSS sudah melebihi 0,5%. (VIN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here