Sandra Penculikan Sekeluarga Berhasil Dibebaskan

Posted by on Jan 07, 2019 | Leave a Comment

Ketiga pelaku penculikan sudah diamankan di Mapolres Aceh Timur

Ketiga pelaku penculikan sudah diamankan di Mapolres Aceh Timur

Langsa – KoranAntiKorupsi Tim gabungan polisi Polda Aceh, Polres Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen dan Polres Lhokseumawe berhasil membebaskan satu keluarga warga Sungai Pauh Pusaka Langsa Barat yang diculik 5 pelaku penculikan.
Satu keluarga yang diculik itu adalah Irwansyahputra (28), Meta Isnaputri (25), Naila Zahratul Sifa  (2), dan M.Abizar Harun (7 bulan).

Para pelaku yang diduga berjumlah 5 orang itu, 3 diantaranya berhasil diringkus dan salah seorang terpaksa dihadiahi timah panas, sedangkan 2 lainya berhasil meloloskan diri dari kepungan aparat kepolisian. Korban sempat disekap selama 4 hari disalah satu rumah pelaku di Kabupaten Bireuen dan para pelaku sempat menelepon famili korban di langsa dengan meminta tebusan Rp 100 juta. Motif dari penculikan itu karna pelaku kesal dengan korban yang berjanji akan memberikan pekerjaan disebuah perusahaan di Aceh Timur.

Dalam konferensi pers rabu pekan lalu  Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan, kronologi kejadiannya pada 22 Desember lalu korban Irwan Syahputra beserta istri dan 2 anaknya yang masih kecil pergi kerumah Nirwana  (36) warga Gampong Alue Rambong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur dengan tujuan menagih hutang, mereka pamit dengan ibunya ketika hendak beranjak ke peurulak.

Korban kemudian tiba di rumah Nirwana dan menagih hutangnya, namun saat itu Nirwana belum memiliki uang sehingga korban bersama istri dan anaknya memutuskan untuk menginap selama empat malam di rumah Nirwana. Lalu pada Rabu 26 Desember 2018, istri korban (Meta Isna) mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada ibunya dan menyebutkan kalau mereka diculik oleh pelaku SO alias Abu Yan (45), akan tetapi ibu korban tidak membalas pesan singkat itu. Keesokan harinya, istri korban kembali menghubungi ibunya via HP dan menyebutkan kalau pelaku meminta tebusan Rp100 jutu, jika tidak dipenuhi mereka sekeluarga tidak bisa kembali lagi ke rumahnya,” kata Kapolres saat konferensi Pers di Mapolres Aceh Timur.

Sambungnya, setelah mendapatkan laporan tersebut, Tim Gabungan yang terdiri dari Subdit III Jatanras Polda Aceh, Polres Aceh Timur , Polres Bireuen dan Polres Lhokseumawe dipimpin oleh Kasubdit Jatanras Polda Aceh Kompol Suwalto, melakukan penyelidikan dan memburu pelaku serta mencari keberadaan korban.

“Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi korban berada di wilayah hukum Polres Lhokseumawe dan Polres Bireuen. Jadi, pada 31 Desember lalu, tim gabungan berhasil membebaskan korban yang berjumlah satu keluarga itu. Keberadaan para korban ditemukan selamat. Namun dalam kondisi kaki dirantai di sebuah rumah milik istri pelaku (SO alias Abu Yan) di kawasan Dusun Cot Husen, Gampong Alue Iet Kecamatan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen,” ungkapnya.

Selain berhasil membebaskan korban, tim Gabungan juga berhasil mengamankan para pelaku diantaranya, SO alias Abu Yan, T. Lala Sofyan Najib (45) dan Andi (24) warga Gampong Simpang Juli, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Saat akan dilakukan penangkapan dua dari tiga pelaku berusaha melarikan diri sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh petugas. Petugas juga masih melakukan pengejaran terhadap dua orang pelaku yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini yakni AR dan Bob (nama panggilan),” katanya.

Bersama ketiga pelaku, petugas juga menyita barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza warna silver Nomor Polisi BK 1760 CZ, dua unit handpone, sebuah rantai beserta gembok, selembar bendera Bulan Bintang dan obeng.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, para pelaku dijerat dengan Pasal 328 Jo Pasal 333 Jo Pasal 368 KUHP dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 11 tahun penjara. ungkap kapolres Aceh Timur.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here