Satu Demi Satu Mantan Anggota DPRD Sumut Di Prodeokan

Posted by on Jul 09, 2018 | Leave a Comment

Kasus Penerima Suap Gatot Pudjonugroho

Jakarta – KoranAntiKorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) satu demi satu mulai menahan anggota DPRD Sumut Tahun 2013-2014 penerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjonugroho yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman. Hal ini tentu saja sepertinya menjadi momok bagi puluhan mantan anggota DPRD lainnya yang juga telah menerima uang suap tersebut, menunggu giliran menuju prodeo atau rumah tahanan.

Setelah sebelumnya KPK terlebih dahulu menahan mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014 Fadly Nurzal pada Jumat (29/6/2018) lalu, KPK kemudian secara resmi menahan tiga anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara lainnya. Ketiganya adalah Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, dan Rinawati Sianturi, Rabu (4/7/2018)

Kemudian menyusul keesokannya Sonny Firdaus yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (5/7/2018) setelah menjalani pemeriksaan sejak pagi, sementara dua kolega Sonny, Helmiati dan Muslim Simbolon mangkir dari panggilan lembaga antirasuah tersebut yang juga akan diperiksa sebagai tersangka.

Menurut Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah, menyebutkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Sonny Firdaus dipandang memenuhi Pasal 21 KUHAP, maka dilakukan penahanan. Dengan memakai jaket oranye tahanan KPK, Sonny digiring petugas untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK.

“Sedangkan untuk dua tersangka lain yang tidak hadir, akan dilakukan pemanggilan berikut untuk jadwal pemeriksaan 9 Juli 2018. Kami ingatkan agar para tersangka kooperatif dan memenuhi kewajiban hukum untuk hadiri panggilan KPK,” tegas Febri.

Para anggota dewan yang ditangkap tersebut merupakan bagian dari 38 anggota dan mantan anggota DPRD yang terlibat dalam kasus dugaan suap berupa hadiah atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Suap itu terkait fungsi dan kewenangan mereka sebagai anggota Dewan pada periode tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD SUmut, persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.

Kemudian terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015.

Sementara itu saat ketiga anggota DPRD Sumut periode 2013-2014 sehari sebelum Sonny Firdaus ditahan, yang keluar terlebih dahulu dari gedung Merah Putih KPK adalah Rijal Sirait yang menjabat sebagai anggota DPD RI .

Ia keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.35 WIB dengan mengenakan peci, rompi tahanan dan membawa tasbih. Rijal meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Utara.

“Masyarakat Sumut saya Rijal Sirait saya mohon izin dan mohon maaf. Peristiwa ini ketentuan Allah,” kata dia.

Ia juga mengaku telah mengembalikan uang Rp 300 juta kepada KPK.

“Sudah saya kembalikan Rp 300 juta,” kata dia

Selanjutnya, sekitar pukul 18.15 WIB, mantan anggota Sumut Roslynda Marpaung keluar tanpa berkomentar dan langsung memasuki mobil tahanan

Pada pukul 18.43 WIB, Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 Rinawati Sianturi menyusul keluar dari gedung KPK dan memasuki mobil tahanan.

Data yang didapat tidak sedikit yang dikeluarkan Gatot Pujo Nugroho yang semasa itu menjabat Gubernur Sumatera Utara diperkirakan hingga puluhan miliar untuk menyuap agar persetujuan dan pembatalan APBD serta laporan pertanggungjawaban bisa terlaksana sesuai selera.

Seperti pengesahan LPJP APBD Sumut TA 2012 sebesar Rp 1,55 miliar untuk semua anggota DPRD.

Lalu pengesahan APBD-P Sumut TA 2013 sebesar Rp 2,55 miliar. Pengesahan APBD Provinsi Sumut TA 2014 sebesar Rp 50 miliar. Kemudian pengesahan LPJP APBD Sumut TA 2014 sebesar Rp 300 juta.

Pengesahan terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban gubernur TA 2014 sebesar Rp 500 juta. Selanjutnya pembatalan pengajuan hak interpelasi 2015 sebesar Rp 1 miliar.

Sebanyak 38 tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ke-38 orang tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan.

Selanjutnya Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian.

Kemudian Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.(BEN/INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here