Sejumlah Proyek Desa Aek Pancur Terindikasi Korupsi

Posted by on Mar 20, 2017 | Leave a Comment

Kantor Desa Aek Pancur, Tanjung Morawa.

Kantor Desa Aek Pancur, Tanjung Morawa.

Tanjung Morawa – Kpkpos Buruknya kualitas pengerjaan sejumlah proyek Desa di Desa Aek Pancur, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang yang menggunakan anggaran dana desa tahun 2016 sebesar bekisar Rp500juta, kini menjadi sorotan publik, sejumlah kalangan mensinyalir sejumlah pembangunan yang dilakukan tersebut terindikasi korupsi.

Salah-satu proyek desa Aek Pancur yang menimbulkan kecurigaan adanya dugaan korupsi adalah pembangunan rabat beton jalan desa yang baru selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu dengan cara readymix kini sudah terlihat ada yang hancur, bahkan permukaan rabat beton terlihat di sepanjang jalannya bergelombang dan mengalami retak-retak, serta ditemukannya ada bagian tengah rabat beton yang di dalamnya terdapat pasir yang belum bercampur dengan semen.

Berdasarkan data sebelumnya yang diperoleh KPKPos, sejumlah bahan material yang digunakan dalam pengerjaan proyek desa tersebut diantaranya menggunakan bahan bekas, seperti sempengan papan cor yang yang diduga merupakan papan sisa potongan pabrik yang terbuang.

Selain itu, pembangunan drainase dusun yang dibuat di dalam areal perkebuanan kelapa sawit Desa Aek Pancur juga menjadi tanda tanya, ukuran dan ketebalan bahkan campuran semen diduga tak sesuai dengan kuwalitas standart, bahkan fisik drainase yang telah dikerjakan sudah ada yang sompel/ pecah, ditambah lagi adanya pembangunan saluran air bersih kantor Desa yang juga dipertanyakan keberadaan fisiknya.

Menanggapi hal ini, aktivis LMPH-RI (Lembaga Monitoring Penegakan Hukum  Republik Indonesia), Yuswendi selaku humas mengatakan, “pengerjaan proyek pembangunan asal-asalan semacam itu sudah patut disinyalir ada indikasi korupsi di dalamnya, misalkan saja kalau permukaan rabat beton jalan ada yang bergelombang dan retak, sudah pasti ada pengerjaan yang gak beres, dan jika itu dibangun dengan readymix maka ada dugaan K/ campuran bahannya dikurangi, begitu juga dengan drainase dan proyek lainnya, jika ada kejanggalan, ini harus diperiksa oleh pihak penegak hukum”, ujar Yuswendi kepada KPK Pos, hingga Rabu (15/03).

Sebelumnya, Sekretaris Desa Aek Pancur, Katar, yang ditemui KPK Pos, Jum’at (10/03) di kantor Desa Aek Pancur sempat ketakutan, “ya, saya harap kasus ini jangan bapak angkat, gak ada masalah yang gak dapat kita selesaikan, kalau ini bapak angkat, khawatir bisa merembes ke masalah-masalah yang lain yang ada di desa ini pak”, ungkap Katar berupaya membujuk wartawan KPK Pos. (DIZ)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here