Setelah Mobil Dan Apartement Mewah KPK Sita 40 Tas Mahal

Posted by on Jan 22, 2018 | Leave a Comment

Dugaan Korupsi Ratusan Milyar Sang Bupati Cantik

ritaJakarta – Kpkpos Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati cantik dari Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil korupsi selama menjabat sebagai bupati.

Diduga Rita dan tangan kanannya Kahirudin telah menerima Rp 436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama jabatan sebagai Bupati Kukar saat ini KPK telah menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Uang yang didapat mereka ratusan miliar itu kemudian ‘dicuci’ atau disamarkan dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain.

Berdasarkan perhitungan KPK, sejauh ini Rita diketahui membelanjakan hasil gratifikasinya sebesar Rp 436 miliar, termasuk di dalamnya pembelian tas tas mewah. Selain itu, politisi Golkar ini juga membelikan sejumlah aset berbentuk mobil, apartemen, tanah dan aset lainnya atas nama orang lain

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief menyatakan, tim penyidik menyita sejumlah barang berharga milik Rita seperti tas, sepatu, jam tangan, dan perhiasan. Untuk tas saja, terdapat 40 tas mewah berbagai merek seperti Louis Vuitton, Hermes, Gucci dan lainnya milik Rita yang disita tim penyidik.

“Ini sebagian yang disita. Ada 40-an tas dari banyak merek termasuk Louis Vitton, Hermes, Gucci dan sejumlah tas lain,” kata Syarief saat tim penyidik menunjukkan puluhan tas mewah milik Rita dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/1).

Puluhan tas mewah itu disita tim penyidik saat menggeledah sembilan lokasi di Kukar pada 11 Januari hingga 15 Januari. Sejumlah lokasi yang digeledah diantaranya dua rumah pribadi Rita, tiga anggota DPRD Kutai Kartanegara yang masuk dalam Tim 11, dan satu rumah teman Rita, di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta kantor PT Sinar Kumala Naga dan dua rumah pribadi milik pihak terkait di Samarinda, Kalimantan Timur. Tak hanya puluhan tas mewah, dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK menyita uang dalam pecahan USD 100 sejumlah USD 10.000 dan sejumlah uang pecahan rupiah yang seluruh totalnya mencapai Rp 200 juta.

“Kemudian (disita juga) dokumen dan bukti transaksi koran atas pembelian sejumlah aset,” katanya.

Sebelumnya, tim penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik Rita lainnya. Aset tersebut berupa tiga mobil mewah yang terdiri dari satu unit Toyota Vellfire, satu unit Ford Everest dan satu unit land Toyota Cruiser. Bahkan, tim penyidik menyita dua unit apartemen milik Rita di Balikpapan.

“Penyidik juga menyita sejumlah dokumen terkait catatan transaksi keuangan atau indikasi penerimaan gratifikasi dan perizinan lokasi perkebunan kelapa sawit dan proyek-proyek di Kukar,” ungkapnya.

Syarief memastikan, tim penyidik akan terus menelusuri aset-aset Rita lainnya yang berasal dari korupsi seiring dengan perkembangan penyidikan kasus pencucian uang.

“Itu yang kami ketahui pada saat ini. Mungkin saja bisa bertambah setelah proses penyidikan TPPU ini berlangsung,” tegasnya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya itu, Rita dan Khairudin disangkakan melanggar Pasal Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Kasus ini merupakan kasus ketiga yang menjerat Rita dan kasus kedua yang menjerat Khairudin. Diketahui, Rita dan Khairudin telah ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Tak hanya itu, Rita juga menyandang status tersangka kasus dugaan suap bersama Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Rita Akui Beberapa Tas Mewahnya Palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari mengakui mengoleksi puluhan tas mewah. Namun, di antara tas yang dimilikinya terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ini diakui Rita usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Jumat (19/1).

“Biasalah cewek, saya suka beli tas. Tas saya juga tidak semuanya asli, ada juga yang palsu,” kata Rita.

Rita mengaku sebagai perempuan hal yang lumrah jika dirinya gemar membeli tas mewah maupun palsu. Yang terpenting, katanya dapat tampil trendi.

“Saya ini perempuan, ya biasa. Di mana-mana juga banyak yang palsu. (Kenapa beli palsu?) Ya namanya juga cewek untuk action,” katanya.

Ratusan miliar itu kemudian dicuci atau disamarkan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain. Terkait pemeriksaan, Rita mengaku dicecar pertanyaan soal nilai Rp 436 miliar yang diduga merupakan hasil pencucian uang. Rita mengklaim aset tersebut bukan berasal dari tindak pidana melainkan dari usaha tambang yang dimilikinya.

“Tadi beliau penyidik menyampaikan bilang bahwa Rp 436 miliar itu adalah angka aset saya yang mana di dalam salah satunya itu tambang saya. Saya kan punya tambang batu bara. Di sana di kutai, saya punya tambang, ibu saya punya tambang, kakak saya punya tambang. Jadi itulah yang dinilai,” katanya.(SP/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here