Soal Genset, Tangkap Rekanan dan Muslim Harahap

Posted by on Mar 25, 2013 | Leave a Comment

MEDAN - Adanya dugaan penyimpangan anggaran atau mark up yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk capil) Kota Medan, terkait pengadaan 21 genset untuk pelaksanaan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di 21 kecamatan di Kota Medan yang menghabiskan anggaran Rp 3.050.000.000 miliar (Rp3 miliar lebih) mendapat kritikan serius dari anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan.

Bahkan, jika benar terjadi adanya tidakan mark up dalam pembelian genset
tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Medan, Godfried Lubis malahan meminta
kepada aparat hukum khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk, segera melakukan pemeriksaan, mengusut dugaan mark up pembelian 21 genset yang dinilai telah merugikan negara.

Dan bila terbukti ada kecurangan dalam penggunaan anggaran, pihak rekanan
yakni CV Mega Prima Niaga, yang beralamat di Jalan HM Yamin, nomor 32
K, dan Kadis Duk Capil Kota Medan harus segera ditangkap untuk dilanjutkan persoalannya ke Pengadilan.

“Berita dugaan mark up soal pembelian genset yang dilakukan oleh Disdukcapil Medan ini kan telah santer terdengar, jadi, kita meminta Kejari untuk segera mengusut kasus ini sembari juga BPK harus melakukan audit terkait hal itu.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here