Tahanan Kabur Persoalan Klasik Yang Berlanjut

Posted by on Dec 03, 2018 | Leave a Comment

Kaburnya 113 penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lambaro, Aceh baru-baru ini merupakan kejadian yang mengejutkan, sebab ditengah-tengah tahun politik dan masyarakat lagi terfokus pada pilpres yang tak lama lagi berlangsung.

Kabarnya napi yang kabur tersebut berstatus pada kasus narkoba yang memang saat ini juga marak melanda tanah air.

Insiden kaburnya yang diduga dilatari kerusuhan di lapas itu merupakan kejadian kedua dalam tahun ini, dimana pada Januari lalu, kerusuhan juga terjadi di Lambaro dan 32 napi diamankan karena dianggap sebagai provokator.

Beralasan dengan semakin ketatnya peraturan di lapas tersebut membuat para napi kesal dan memanfaatkan saat warga binaan salat berjamaah melakukan keributan dengan menggedor-gedor pagar ornamesh menggunakan barbel, Kepala KPLP kemudian mendekat dan mencoba menegur napi yang coba kabur itu.

Namun tidak digubris. Bahkan mereka melakukan perlawanan dengan melempar bongkahan batu yang kemudian menyiram Ka KPLP dengan air yang sepertinya air cabai. Ka KPLP dengan kondisi mata perih, berlari ke P2U. Dan ini dimanfaatkan oleh mereka untuk kabur.

Hal ini tentu saja dinilai merupakan lemahnya pengawasan para napi, namun tidak bisa ditolier adanya penyebab lain sehingga membuat mereka kabur.

Kasus ini sebenarnya merupakan persoalan klasik yang banyak juga terjadi dibeberapa lapas di Indonesia dan seharusnya menjadi pelajaran penting untuk mereformasi semua lapas yang ada.

Sudah menjadi rahasia umum hampir disetiap lapas kasus over load atau kelebihan jumlah para narapidana yang menghuni pada setiap kamar selalu terjadi, belum lagi adanya pilih kasih pada tahanan dimana tahanan yang kaya dan uangnya sering dihamburkan disana membuat napi tersebut mendapat perlakuan khusus salahsatunya kamar yang nyaman dan hanya terdiri dari beberapa orang saja ini juga salah satu problem yang terjadi.

Namun kelebihan atau kasus over kapasitas tahanan ini bukan menciptakan atau membuat agar lapas dibuat lebih besar dan lebih luas agar tidak terjadi over kapasitas, namun bagaimana menciptakan masyarakat agar tehindar dari jeratan hukuman tahanan.

Memang upaya penyuluhan telah banyak dilakukan mulai dari bahaya narkoba hingga pentingnya hidup bermasyarakat yang sehat dalam keragaman suku dan agama namun penguatan agama perlu lebih ditingkatkan lagi dimulai dari para penceramah dan para pemuka agama agar tidak membuat ceramah yang provokatif dan ujaran kebencian walau dalam setiap agama sudah tertera didalamnya namun terkadang tanpa sengaja sering tersampaikan. ingat agama itu membuat hidup kita teratur bukan malah sebaliknya.

Peran pemerintah juga sangat utama dibutuhkan dalam menjaga kebersamaan karena negara Indonesia ini terdiri dari banyak suku dan agama. Begitu juga adanya berbagai laporan sederhana seperti perkelahian antar tetangga yang berujungnya dengan penahanan, seharusnya cukup dengan penyelesaian damai antar pihak yang bertikai bukan menambah dendam yang semakin dalam dengan memproses kasus tersebut hingga kepengadilan yang sudah dipastikan akan berujung dengan penahan terlebih dahulu dan akhirnya menjadi persolan baru yang tak putus akibat dendam.

Begitu juga dengan kasus narkoba yang banyak membuat orang terbuai dengan barang haram tersebut sehingga akhirnya tidak sedikit dari mereka berakhir dipenjara. Berantas secepatnya para bandar besar serta pengedar kelas kakapnya bila perlu dibuat hukuman mati agar mereka takut, sehingga peredaran narkoba bisa ditekan hingga habis dan kasus narkoba bisa terguras.

Kasus para maling uang negara alias koruptor perlu juga ditekan dimana diperlukan sikap yang keras seperti dibeberapa negara yang menerapkan hukuman mati kepada mereka, jangan hanya keberhasilan dalam penangkapannya saja namun tindakan hukuman sangat ringan alhasil membuat sifat takut untuk korupsi hampir tak dirasa dan akhirnya berlanjut.

Memang tidak mudah untuk melaksanakan namun kalo tidak dimulai tidak akan selesai dan kasus penuhnya penjara serta berakhir pada kaburnya tahanan akan terus menjadi persoalan klasik yang berlanjut dimasa akan datang.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here